Indeks Kospi Merosot 1,63 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, merosot 42,19 poin, atau sekitar 1,63 persen, pada Kamis (12/5/2022), menjadi 2.550,08.

Volume perdagangan moderat mencapai 883,2 juta saham senilai 11,93 triliun won atau sekitar US$9,25 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 794 berbanding 117.

Angka indeks turun untuk sesi kedelapan beruntun dipicu data inflasi Amerika Serikat yang terbaru. “Data inflasi AS yang mengecewakan memicu penjualan saham sektor teknologi di Wall Street. Akibatnya saham sektor teknologi yang terdaftar di Bursa Korea juga terdampak,” jelas Noh Dong-Kil, analis Shinhan Investment, seperti dikutip Yonhap News.

Investor institusi dan asing total melepas saham senilai 433,56 miliar won, sedangkan investor ritel meraup saham senilai 385,92 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing merosot 1,2 persen dan 1,4 persen. Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor melorot 1,4 persen, sedangkan saham maskapai penerbangan Korean Air Lines terjun 3,2 persen.

Saham perusahaan ban Hankook Tire & Technology melambung 7,4 persen. Saham perusahaan utilitas Korea Electric Power naik 0,7 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 13,30 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.288,60 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang terjun 2,3 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia merosot 123,70 poin, atau sekitar 1,75 persen, menjadi 6.941. Bursa saham di Tenggara mengalami pelemahan, termasuk juga di Indonesia.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, turun 3,71 poin, atau sekitar 0,12 persen, menjadi 3.054,99. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong terjun 444,23 poin, atau sekitar 2,24 persen, menjadi 19.380,34.