Indeks Kospi Merosot 1,10 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, merosot 29,25 poin, atau sekitar 1,10 persen, pada Rabu (27/4/2022), menjadi 2.639,06.

Volume perdagangan moderat mencapai 1,06 miliar saham senilai 12,40 triliun won atau sekitar US$9,81 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 695 berbanding 193.

Angka indeks merosot mengikuti pergerakan saham di Wall Street yang dipicu pelemahan saham sektor teknologi. Para investor berfokus terhadap pengetatan kebijakan moneter Federal Reserve Amerika Serikat serta berlanjutnya lockdown Shanghai dan rencana lockdown Beijing.

“Inflasi tinggi memicu ekspektasi peningkatan suku bunga The Fed secara agresif yang dapat membuat pertumbuhan ekonomi melambat. Lockdown di Tiongkok yang dibarengi krisis Ukraina menimbulkan kekhawatiran disrupsi rantai pasokan global,” jelas Lee Kyeong-Soo, analis Meritz Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor asing dan institusi masing-masing melepas saham senilai 678,7 miliar won dan 237,7 miliar won, sedangkan investor ritel meraup saham senilai 904,6 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing merosot 1,66 persen dan 2,25 persen. Saham perusahaan manufaktur baterai penyimpanan LG Energy Solution turun 1,3 persen.

Saham perusahaan penyedia layanan keuangan KB Financial terjun 3,5 persen. Saham bank digital Kakao Bank anjlok 2,31 persen.

Saham perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics dan Celltrion masing-masing naik 0,75 persen dan 1,79 persen. Saham perusahaan produsen vaksin SK Bioscience melambung 2,18 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 14,40 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.265,20 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,76 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia melorot 56,80 poin, atau sekitar 0,78 persen, menjadi 7.261,20. Bursa saham di Asia Tenggara mengalami pelemahan, termasuk juga di Indonesia.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, melambung 71,86 poin, atau sekitar 2,49 persen, menjadi 2.958,28. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong berakhir datar dengan pergerakan naik hanya 11,65 poin menjadi 19.946,36.