ANALIS MARKET (18/4/2022) : Pasar 'Wait and See' Menanti Kebijakan Suku Bunga BI, IHSG Berpotensi Sideways

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian NH Korindo Sekuritas menyebutkan, Bursa Wall Street pada Kamis (14/4) lalu, ditutup lebih rendah, seiring kenaikan yield US Treasury acuan 10-tahun ke level 2,83% (+13bps) menekan saham bertumbuh. Sentimen rilis kinerja emiten unggulan Amerika Serikat (AS) 1Q22 yang variatif, juga mewarnai pergerakan pasar akhir pekan. Inflasi tinggi seiring Indeks Harga Konsumen (IHK) AS Maret yang sebesar 8,5% YoY (Vs. Cons. 8,4% YoY), serta Indeks Harga Produsen yang naik 11,2% YoY (Vs. Cons. 10,6% YoY), membuat investor kembali minati saham sektor defensif yang cenderung menawarkan dividen.

Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (14/4) lalu, melemah 27 poin, ditengah sikap Dovish BI (Vs. Hawkish the Fed).

Investor menantikan rilis data Bank Indonesia Seven Days Reverse Repo Rate (BI 7DRRR) April, Selasa (19/4) siang, diproyeksikan bertahan di level terendahnya 3,50%.

Hal ini, kontras dengan sikap Hawkish the  Fed, dimana Fed Funds Rate naik 25 bps Maret lalu, dan spekulasi naik 150 bps dalam tiga bulan mendatang.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pelaku pasar mencermati sikap Dovish BI, yang hanya akan menaikkan BI 7-DRRR apabila terjadi kenaikan inflasi yang bersifat fundamental, dimana indikatornya adalah kenaikan inflasi inti,” sebut analis NH Korindo Sekuritas dalam riset yang dirilis Senin (18/4/2022).