Hai Investor Jangka Panjang, Ada 15 Perusahaan Ekonomi Baru Ingin IPO

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, terdapat 15 dari 50 perusahaan padat teknologi dengan kapitalisasi lebih dari USD 100 juta telah menyatakan minat untuk menggalang dana di pasar modal melalui penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO).

Namun, bagi investor yang berminat menanamkan modalnya di satu atau lebih dari 15 perusahaan itu, harus mencermati kondisi fundamental keuangannya, karena umumnya belum mencatakan laba bersih, sehingga dalam waktu dekat tidak akan berpeluang meraih dividen.

Direktur Penilaian Perusahaan, I Gede Nyoman Yetna menjelaskan, sebanyak 15 perusahaan tersebut merupakan perusahaan padat teknologi dengan kapitalisasi pasar lebih dari USD100 juta yang telah menciptakan ekonomi baru melalui ekosistem.

“Jadi, bagi calon investor yang datang dari pemodal yang melihat peluang pertumbuhan, tapi belum melihat dividen. Jadi kalau mau dividen jangan masuk ke saham-saham new economy dulu. Sebab, model bisnisnya harus melakukan perluasan bisnis dengan investor longterm Invesment.” papar Nyoman dalam paparan media secara daring, Kamis (3/2/2022).

Untuk itu, kata Nyoman lagi, BEI telah menyiapkan perlindungan bagi investor dengan menyediakan papan khusus bagi saham saham yang tergolong ekonomi baru.

“Mudah-mudahan Agustus 2022 ini, kami akan luncurkan papan new economy. Contohnya Bukalapak, nanti akan menjadi penghuninya kalau kami pandang memenuhi kriteria saham new economy,” kata dia.

Di samping itu, jelas dia, BEI juga akan memberikan notasi khusus pada kode perdagangan. Rencana notasi N untuk emiten ekonomi baru yang menggunakan hak suara multipel, dan I untuk saham saham yang masuk dalam papan ekonomi baru.

“Jika nanti papan ekonomi baru sudah jalan, maka notasi N akan menjadi K,” kata dia.

Nyoman menegaskan, Indonesia telah memiliki 50 perusahaan padat teknologi dengan valuasi USD22 miliar dan mengincar dana di pasar modal sebesar USD8,8 miliar.

“20 perusahaan itu sudah bertemu bursa dan 15 diantaranya telah menyatakan minat IPO. Kita sudah pertemukan dengan stakeholder pasar modal lainnya,” pungkas dia.