BPS : Januari 2022 Terjadi Inflasi Sebesar 0,56 Persen, Tertinggi Sejak Agustus 2019
Pasardana.id – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, pada Januari 2022 terjadi inflasi sebesar 0,56 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,26.
"Kalau secara mtm (month to month), di catatan saya terjadi inflasi 0,42%, inflasi intinya. Ini merupakan angka tertinggi sejak Agustus tahun 2019. Jadi angka 0,42% ini tertinggi sejak Agustus 2019 yang saat itu terjadi inflasi 0,43%," jelas Kepala BPS, Margo Yuwono, Rabu (2/2/2022).
"Perkembangan harga berbagai komoditas di bulan Januari ini secara umum menunjukkan adanya kenaikan," tuturnya lagi.
Ditambahkan, dari 90 kota IHK, 85 kota mengalami inflasi dan 5 kota mengalami deflasi.
Inflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 1,53 persen dengan IHK sebesar 109,81 dan terendah terjadi di Manokwari sebesar 0,02 persen dengan IHK sebesar 111,34.
Sementara deflasi tertinggi terjadi di Kotamobagu sebesar 0,66 persen dengan IHK sebesar 108,79 dan terendah terjadi di Jayapura sebesar 0,04 persen dengan IHK sebesar 105,83.
Kepala BPS, Margo Yuwono juga menyampaikan, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,17 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,43 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,51 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,79 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,24 persen; kelompok transportasi sebesar 0,02 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,41 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,08 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,36 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,62 persen.
Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,13 persen.

