ANALIS MARKET (02/2/2022) : IHSG Diperkirakan Bergerak Melemah

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, IHSG berhasil ditutup menguat pada perdagangan pekan kemarin (31/1), ditutup di level 6631.15 (-0.22%). IHSG ditutup melemah diakibatkan kekhawatiran para investor terkait kenaikan kasus harian serta masih minimnya sentiment. Sektor yang mendorong pelemahan IHSG yaitu sektor finance (-0.42%), sektor property (-0.30%), dan sektor consumer non-cyclical (-0.25%). Investor asing membukukan net sell pada pasar reguler sebanyak Rp 247.01 miliar, dengan saham-saham yang paling banyak dijual adalah BBRI, BBCA, EMTK.

Adapun secara teknikal analis, IHSG belum berhasil menembus keatas MA 20 dan masih tertahan dan akan menguji MA 20 dan MA 5 serta indicator stochastic masih berhimpitan di area netral. Beberapa saham yang memiliki potensi kenaikan yaitu: LSIP, SSMS, PAMG, ADHI, ELSA, INCO, TKIM, ASII.

Bursa AS kompak ditutup di zona hijau dengan kenaikan tertinggi terjadi di Nasdaq +3.41%, kenaikan bursa di AS masih didorong oleh hasil laporan keungan Q4/2021 yang melaporakan pendaptannya di atas ekspektasi pasar ditengah kekhawatiran kebijakan Fed yang hawkish serta kasus harian mulai juga mulai menurun.

MARKET OUTLOOK

Bursa Asia sudah diperdagangkan di zona hijau, saat laporan ini ditulis index Nikkei di perdagangkan +1.36%. Kenaikan index di Jepang merespon adanya ekspansi Jibun Bank Manufacturing PMI Final JAN yang mengalami ekspansi namun masih dibawah ekspektasi pasar ditengah kenaikan kasus harian covid yang tinggi.

IHSG pada hari ini diperkirakan akan bergerak melemah para investor akan menunggu rilis data inflasi yang di perkirakan akan mengalami kenaikan sebesar 2.11% YoY pada bulan January namun data Markit Manufacturing PMI JAN mengalami ekspansi namun masih di bawah ekspekatasi pasar, serta rilis data kunjungan wisatwan asing ke Indonesia juga diperkirakan akan berkurang yaitu – 3.5% pada bulan Desember YoY.

“IHSG akan bergerak pada rentang 6580 – 6665,” sebut analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Rabu (02/2/2022).