Menaker Pastikan Dana JHT Aman Tidak Dipakai Pemerintah

Foto : istimewa

Pasardana.id - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah menyatakan, pelaksanaan Permenaker Nomor 2 Tahun 2022 yang mulai berlaku 4 Mei 2022 nanti, bukan untuk kepentingan pemerintah atau BPJS Ketenagakerjaan.

"Permenaker ini semata-mata untuk memperkuat pelaksanaan Program JHT, sehingga manfaatmya dapat dirasakan secara optimal oleh peserta, yaitu pekerja atau buruh, " kata dia dalam sebuah wawancara di Jakarta, Kamis (17/2/2022).

Menaker Ida menjelaskan, bahwa berdasarkan UU BPJS, pengelolaan dana di BPJS, termasuk Investasi, diawasi oleh pengawas eksternal dan pengawas internal. Pengawas eksternal yakni DJSN, OJK mupun BPK.

Sementara pengawas internal dilakukan oleh Dewan Pengawas yang anggotanya terdiri dari unsur pekerja, pemberi kerja, ahli, dan pemerintah (Kemenaker dan Kemenkeu); dan Satuan Pengawas Internal.

Selain itu, lanjut Menaker Ida, pemerintah juga menghormati adanya pihak yang mengajukan uji materiil Permenaker Nomor 2 Tahun 2022.

Sebab, uji meteriil merupakan hak konstitusional setiap warga negara yang dijamin UUD NRI 1945 dan merupakan bagian dari dinamika demokrasi.

Mengingat, Permenaker 2/2022 telah diundangkan, maka Kemenaker memiliki kewajiban konstitusional untuk melaksanakan Permenaker 2/2022 hingga ada keputusan MA yang memutuskan sebaliknya.

Sebab itu, Menaker Ida menegaskan, bahwa dana JHT tidak akan dipakai oleh pemerintah.

Dia memastikan, dana JHT pekerja dipastikan tetap aman dan dikelola secara transparan dan prinsip kehati-hatian dengan pemberian imbal hasil yang kompetitif.

"Tidak benar (dipakai pemerintah), dana JHT tetap menjadi hak pekerja dan dapat diambil saat mencapai usia 56 tahun dengan persyaratan dokumen sangat sederhana, yakni KTP atau bukti identitas lain; dan Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan," tandasnya.