Bayar Utang, SGRO Akan Terbitkan Surat Utang Senilai Rp830,49 Miliar

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Sampoerna Agro Tbk (IDX: SGRO) akan melakukan penawaran Obligasi Berkelanjutan I Sampoerna Agro Tahap III Tahun 2022 dengan nilai pokok sebesar Rp525,38 miliar dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Sampoerna Agro Tahap III Tahun 2022 dengan sisa imbalan Ijarah sebesar Rp305,115 miliar mulai tanggal 23 hingga 24 Februari 2022.

Mengutip prospektus surat utang emiten pertanian ini yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (14/2/2022), disebutkan bahwa seluruh dana hasil penerbitan surat utang ini akan digunakan untuk membayar utang.

Menariknya, Indo Premier Sekuritas, Mandiri Sekuritas dan Sucor Sekuritas selaku penjamin emisi surat utang ini telah menjamin dengan kesanggupan penuh atau full commitment penerbitan obligasi dengan peringkat idA dan sukuk dengan peringkat idA sy dari Pefindo ini.

Rencananya, obligasi tersebut akan ditawarkan dalam seri A senilai Rp75 miliar berbunga 7,15 persen dengan jatuh tempo 3 tahun sejak penerbitan dan seri B senilai Rp450,38 miliar berbunga 8,4 persen dengan jatuh tempo 5 tahun sejak diterbitkan.

Sedangkan Sukuk ijarah akan ditawarkan dalam seri A senilai Rp75 miliar dengan cicilan imbalan ijarah Rp5,362 miliar hingga jatuh tempo setelah 3 tahun kemudian dan seri B senilai Rp230,11 miliar dengan cicilan imbalan ijarah Rp19,329 miliar per tahun hingga 5 tahun setelahnya.

Setelah mengumpulkan dana dari investor, 34 persen dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk pembayaran dipercepat pokok utang Rp230,003 miliar kepada Indonesia Eximbank dan sisanya, 66 persen untuk pembayaran dipercepat pokok utang anak usaha perseroan, PT Sungai Rangit senilai Rp375 miliar kepada PT Bank Mandiri Tbk (IDX: BMRI).

Adapun dana hasil penerbitan sukuk Ijarah sebesar 11 persen akan digunakan untuk melunasi sisa pokok utang anak usaha perseroan, PT Sungai Rangit senilai Rp33,5 miliar kepada BMRI dan sisanya juga untuk pembayaran dipercepat pokok utang anak usaha perseroan, PT Aek Tarum senilai Rp270 miliar kepada PT Bank Muamalat Indonesia Tbk.