Kemenhub Konsisten Dukung Pembangunan Perkeretaapian Nasional

Foto : istimewa

Pasardana.id - Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengatakan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara konsisten, melalui Ditjen Perkeretaapian (DJKA), terus memberikan dukungan dalam pembangunan perkeretaapian nasional.

Salah satu bentuk dukungannya, yaitu dengan memastikan kerangka regulasi yang ada, memberikan ruang dan kesempatan bagi para pelaku usaha untuk berkembang.

Menurut Menhub Budi, dukungan tersebut harus tetap dilakukan, meski kondisi kemampuan fiskal terbatas.

Dia mengatakan, koordinasi yang baik antara Ditjen Perkeretaapian (DJKA) dan PT KAI sangat penting, agar sektor perkeretaapian bangkit lebih cepat bisa terjadi.

"Kita upayakan pembangunan perkeretaapian tetap lanjut, melalui konsep pendanaan kreatif non APBN dengan menggandeng pihak swasta. Seperti pada beberapa proyek kereta api logistik di Sulawesi dan Kalimantan,” kata Budi dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (10/2/2022).

Dia menjelaskan, dukungan lainnya yaitu pemberian subsidi rutin setiap tahunnya untuk pelayanan kereta api ekonomi dan perintis melalui program Public Service Obligation (PSO).

Begitu juga dengan subsidi kereta perintis dan perawatan prasarana melalui pembiayaan Infrastructure Maintenance and Operation (IMO).

Saat ini, PT KAI mendapat penugasan untuk menyelesaikan dua Proyek Strategis Nasional (PSN) yaitu Kereta Cepat Jakarta-Bandung dan LRT Jabodetabek.

Budi mengatakan, hal tersebut menunjukkan sektor perkeretaapian memiliki peran penting dalam mewujudkan konektivitas yang dapat menunjang pertumbuhan ekonomi.

“Kita ingin kereta api menjadi leading moda transportasi yang mengakomodasi pergerakan orang dan barang di seluruh wilayah Indonesia,” imbuh dia.

Lebih lanjut Budi juga memastikan terus mendorong Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor perkeretaapian agar terus meningkat untuk pengembangan layanan kereta api ke depannya.

Di tengah tantangan seperti pandemi dan keterbatasan fiskal negara, jelas Menhub Budi, diperlukan inovasi atau cara baru dalam rangka meningkatkan pelayanan perkeretaapian nasional.

“Koordinasi yang baik antara Ditjen Perkeretaapian (DJKA) dan PT KAI sangat penting, agar sektor perkeretaapian bangkit lebih cepat bisa terjadi sesuai harapan kita,” ujar Budi.

Ditambahkan, sesuai Rencana Induk Perkeretaapian (RIPNAS) 2011-2030, arah pembangunan perkeretaapian adalah mewujudkan layanan kereta api yang optimal yang mengedepankan keselamatan dan pelayanan prima, dan didukung dengan teknologi yang semakin canggih.

“Kita harus persiapkan dengan baik dan lakukan dengan good corporate governance,” ujarnya.