Perolehan Laba Toyota Turun 21 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Perolehan otomotif Jepang Toyota Motor pada Rabu (9/2/2022) mengumumkan penurunan perolehan laba sebesar 21 persen pada periode tiga bulan terakhir 2021 setelah krisis mikrochip global menyebabkan produksi terhambat.

Seperti dilansir BBC News, perolehan laba operasional Toyota hanya mencapai 784,4 miliar yen, atau sekitar Rp97,5 triliun, pada kuartal tersebut. Terhambatnya produksi membuat Toyota menurunkan target produksi tahunan sebesar 500.000 unit menjadi 8,5 juta unit.

Menurut Tu Le, managing director Sino Auto Insights, krisis mikrochip masih akan menghambat kinerja Toyota tahun ini. Namun Toyota akan lebih mampu untuk mengatasi permasalahan tersebut daripada perusahaan lainnya.

“Ada peluang dalam krisis karena Toyota lebih mampu mengatasi permasalahan yang ada daripada para rival seperti GM dan VW. Toyota akan mencatatkan kinerja yang lebih baik dari kompetitornya tahun ini,” jelas Le.

Toyota saat ini merupakan perusahaan otomotif terbesar di dunia, melampaui perusahaan-perusahaan otomotif Amerika Serikat maupun Eropa. Jumlah karyawan Toyota di seluruh dunia mencapai sekitar 366.000 orang.