Wall Street “Mixed”, Bursa Eropa Melemah

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street berakhir mixed pada Rabu (7/12/2022) dengan indek S&P 500 dan komposit Nasdaq di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, mengalami pelemahan.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average berakhir datar dengan pergerakan naik hanya 1,58 poin menjadi 33.597,92. Indeks S&P 500 turun 7,34 poin, atau sekitar 0,19 persen, menjadi 3.933,92. Indeks komposit Nasdaq melemah 56,34 poin, atau sekitar 0,51 persen, menjadi 10.958,55.

Indeks komposit Nasdaq tertekan anjloknya saham perusahaan teknologi Apple Inc dan perusahaan manufaktur mobil elektrik Tesla yang masing-masing turun 1,4 persen dan 3,2 persen.

Dari 11 sektor utama indeks S&P 500, delapan berakhir di teritori negatif. Indeks sektor teknologi dan layanan komunikasi masing-masing turun 0,5 persen dan 0,9 persen.

Indeks volatilitas CBOE yang merupakan indikator tingkat kekhawatiran di Wall Street mencapai 22,68 yang merupakan angka tertinggi sejak 18 November lalu.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Januari 2023 naik 0,1 persen menjadi US$1.799,10 per ons. Indeks dolar AS turun 0,4 persen.

Bursa saham Eropa melemah pada Rabu, dengan indeks STOXX 600 Eropa turun 0,6 persen, dipicu mencuatnya kekhawatiran resesi.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 32,20 poin, atau sekitar 0,43 persen, menjadi 7.489,19. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melemah 82 poin, atau sekitar 0,57 persen, menjadi 14.261,19.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, merosot 41,40 poin, atau sekitar 0,50 persen, menjadi 8.290,50. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, melorot 27,20 poin, atau sekitar 0,41 persen, menjadi 6.660,59.

Nilai tukar poundsterling menguat 0,3 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,217 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound menguat 0,1 persen menjadi 1,1606 euro per pound.