JSPT Bukukan Pendapatan Sebesar Rp957,5 Miliar di Kuartal III 2022, Proyek Residensial dan Hotel Sumbang Kontribusi Terbesar

foto : dok. JSPT

Pasardana.id - PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSI) (IDX: JSPT) hingga kuartal ketiga tahun 2022, membukukan pendapatan sebesar Rp957,5 miliar, atau meningkat secara signifikan sebesar 194% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp326,2 miliar.

Pendapatan segmen usaha perhotelan meningkat sebesar Rp374,0 miliar dan pendapatan residensial naik sebesar Rp294,7 miliar yang memberikan kontribusi yang sangat positif terhadap pendapatan JSI.

Eddy Salimah selaku Direktur PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk menyampaikan, peningkatan pendapatan di segmen usaha perhotelan seiring dengan berkurangnya kasus Covid-19 yang mendorong peningkatan jumlah wisatawan domestik dan wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia terutama ke pulau Bali, di mana JSI memiliki 4 hotel di Sanur dan Nusa Dua.

“Pembukaan hotel Andaz Bali sejak April 2021, mendapat sambutan yang sangat baik di market terbukti dengan diterimanya penghargaan Reggie Shiu Development of the Year di acara Hotel Investment Conference Asia Pacific (HICAP) di Singapura pada bulan Oktober 2022,” beber Eddy dalam Paparan Publik yang diselenggarakan secara online, Jumat (02/12).

Saat ini, lanjutnya, JSI juga mengembangkan dua proyek utama dan strategis, yaitu lifestyle retail arcade One Satrio – Mega Kuningan Jakarta dan kawasan hunian terpadu Savanna Sumatera – Deli Serdang (Sumatera Utara).

One Satrio dengan luas leasable area ± 8.700 m² merupakan pengembangan tahap pertama proyek mixed-use di atas lahan seluas 3,8 Ha dalam kawasan CBD Mega Kuningan.

Groundbreaking One Satrio telah dilaksanakan pada tanggal 8 Juli 2021 dan akan dibuka untuk umum pada pertengahan Desember 2022.

One Satrio dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang mendukung kegiatan komunitas seperti lintasan jogging, taman untuk hewan peliharaan, area taman bermain anak, charging station kendaraan listrik dan central garden untuk mengakomodasi berbagai macam kegiatan dan acara.

Sementara itu, kawasan hunian terpadu Savanna Sumatera memiliki luas sekitar ± 660 Ha di Deli Serdang, Sumatera Utara di Selatan kota Medan.

Kawasan ini akan dikembangkan sebagai kota mandiri dan telah melakukan soft-launching cluster perdana Ananta di bulan September 2021 terdiri dari 432 rumah tapak tipe kecil yang menyasar milenial dan keluarga muda yang akan dilengkapi dengan 42 unit ruko untuk mendukung kegiatan sehari-hari.

Di kesempatan yang sama, Anton Goenawan selaku Direktur PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk menjelaskan, perseroan juga memiliki proyek residensial lainnya, yaitu Puri Botanical di Jakarta Barat dan Hyarta EcoVillage di Yogyakarta.

Kawasan Puri Botanical dengan total luas 135 Ha baru meluncurkan Cluster Lavender yang terdiri dari 70 unit rumah tapak 2 lantai sedangkan Hyarta EcoVillage dengan luas 4,7 Ha merupakan sebuah kompleks perumahan premium terdiri dari 120 rumah dan 9 ruko eksklusif dengan konsep “Serene Living Experience”.

Saat ini, JSI memiliki land bank seluas 807,5 hektar yang tersebar di Jawa, Bali, Deli Serdang, Belitung, Labuan Bajo dan Natuna.

Ditambahkan, meski menghadapi ancaman resesi global dan makro ekonomi yang menantang, perseroan tetap yakin dan optimistis dalam menghadapi kondisi market kedepan.

“Kedepannya, kami akan terus tingkatkan pemasaran di segmen residensial, yang menjadi penyeimbang sumber pendapatan. Selain itu, juga meluncurkan produk-produk inovatif yang sesuai dengan kebutuhan pasar, serta terus meningkatkan kualitas SDM, efisiensi biaya dan meningkatkan produktifitas kerja,” tandas Anton.