Badan Otorita Sebut Minat Investasi di IKN Sangat Tinggi

Foto : istimewa

Pasardana.id - Setelah dilakukan jajak pasar yang dipimpin Presiden Jokowi beberapa waktu lalu, Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN), Bambang Susantono, menyebut bahwa minat investasi di IKN sangat tinggi.

"Setelah jajak pasar memang berkembang luar biasa minat para investor yang menghubungi kami sehingga hampir 40 kali, tepatnya 39 kali lipat dari area-area yang memang kami siapkan untuk investasi pada tahap pertama ini. Saya garis bawahi, tahap pertama ya di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP)," kata Bambang saat menyampaikan keterangan usai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi di Kompleks Istana Negara, Senin (28/11).

Disampaikan Bambang, kalau angka itu lebih besar dari minat investasi yang disampaikan pada penjajakan pasar sebelumnya yaitu 25 kali lebih tinggi dari ketersediaan lahan tahap awal di IKN.

Menyikapi tingginya minat investasi tersebut, dia melanjutkan bahwa Kepala Negara pun memberikan arahan agar area-area di IKN dibuka lagi untuk menampung minat para investor yang tidak tertampung di wilayah 1A.

Menurutnya, wilayah 1A adalah wilayah tempat Istana Kepresidenan dan sejumlah kementerian nanti berlokasi.

"Sekarang kita buka lagi 1B dan 1C istilahnya. Jadi total daerah dari KIPP atau Kawasan Inti Pusat Pemerintahan itu akan kita langsung buka untuk para investor yang berminat," ujarnya.

Lebih lanjut Bambang menjelaskan, bahwa pemerintah juga tidak hanya membuka peluang investasi di wilayah KIPP saja, melainkan juga di area lainnya.

Sejumlah wilayah tersebut, antara lain; wilayah pariwisata, pusat finansial dan ekonomi, wilayah pendidikan, hingga wilayah kesehatan.

"Jadi intinya, tadi arahan beliau adalah membuka seluas-luasnya bagi para investor untuk bergabung dan sesegera mungkin membangun di kawasan IKN ini," ucapnya.

Ia menambahkan, pembangunan lebih masif di IKN akan dilaksanakan pada 2023, sehingga nanti progresnya akan lebih terlihat.

"Lebih banyak lagi konstruksi yang akan kami bangun. Sehingga, pada 2024 mana kala Presiden akan upacara di IKN tentu akan bisa melihat perkembangan-perkembangan yang ada di lapangan," tandasnya.