Wall Street “Mixed”, Bursa Eropa Alami Tekanan

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street berakhir mixed pada Jumat (25/11/2022) dengan indeks S&P 500 dan komposit Nasdaq di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, mengalami pelemahan.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 152,97 poin, atau sekitar 0,45 persen, menjadi 34.347,03. Indeks S&P 500 berakhir datar dengan pergerakan turun hanya 1,14 poin menjadi  4.026,12. Indeks komposit Nasdaq merosot 58,96 poin, atau sekitar 0,52 persen, menjadi 11.226,36.

Volume perdagangan tipis dengan sesi perdagangan saham di Bursa New York hanya  berlangsung setengah hari usai libur Thanksgiving.

Indeks S&P 500 dan komposit Nasdaq tertekan pelemahan saham perusahaan teknologi Apple Inc sebesar 2 persen yang dipicu kabar berkurangnya pengiriman iPhone dari pabrik Foxconn di Tiongkok pada November akibat terganggunya proses produksi oleh terjadinya kericuhan pekerja.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Desember 2022 naik 0,4 persen menjadi US$1.752,10 per ons. Indeks dolar AS naik 0,2 persen.

Bursa saham Eropa mengalami tekanan pada Jumat, dengan indeks STOXX 600 Eropa berakhir datar, seiring melemahnya saham sektor ritel dan properti yang menutupi optimisme perlambatan penurunan suku bunga.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 20,07 poin, atau sekitar 0,27 persen, menjadi 7.486,67. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, berakhir datar dengan pergerakan naik hanya 1,82 poin menjadi 14.541,38.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, menanjak 28,50 poin, atau sekitar 0,34 persen, menjadi 8.416,60. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, menguat 5,16 poin, atau sekitar 0,08 persen, menjadi 6.712,48.

Nilai tukar poundsterling menguat 0,4 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,2095 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound menguat 0,2 persen menjadi 1,1614 euro per pound.