Indeks Kospi Turun 0,59 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, turun 14,23 poin, atau sekitar 0,59 persen, pada Selasa (22/11/2022), menjadi 2.405,27.

Volume perdagangan moderat mencapai 531,5 juta saham senilai 7,1 triliun won atau sekitar US$5,2 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 483 berbanding 371.

Angka indeks turun mengikuti pergerakan saham di Wall Street yang dipicu pengetatan aturan pembatasan sosial di Tiongkok.

“Indeks Kospi mengalami tekanan yang kuat di saat tidak adanya faktor yang mendukung terjadinya penguatan,” jelas Lee Kyoung-Min, analis Daishin Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor asing dan institusi total melepas saham senilai 37,6 miliar won, sedangkan investor ritel meraup saham senilai 25,7 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing merosot 1,3 persen dan 1,27 persen. Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor turun 1,49 persen, sedangkan saham Kia tidak mengalami perubahan dari sesi sebelumnya.

Saham perusahaan keuangan Meritz Financial Holdings meroket 30 persen setelah mengumumkan merger dengan anak perusahaan sekuritas dan asuransi miliknya. Setelah merger, saham kedua perusahaan akan delisting dari Bursa Korea.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar Amerika Serikat, turun 1,9 won menjadi 1.356,6 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen positif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,19 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 42 poin, atau sekitar 0,59 persen, menjadi 7.181,30. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Indonesia, dan Filipina menguat, sedangkan Bursa Thailand, Vietnam, dan Malaysia melemah.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 3,90 poin, atau sekitar 0,13 persen, menjadi 3.088,94. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong merosot 231,50 poin, atau sekitar 1,31 persen, menjadi 17.424,41.