Indeks Kospi Merosot 1,39 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, merosot 34,55 poin, atau sekitar 1,39 persen, pada Kamis (17/11/2022), menjadi 2.442,90.

Volume perdagangan mencapai 907,18 juta saham senilai 8,47 triliun won atau sekitar US$7,29 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 643 berbanding 216.

Angka indeks merosot mengikuti pergerakan saham di Wall Street yang dipicu anjloknya saham sektor ritel, selain juga terpengaruh rencana Micron Technolgoy mengurangi pasokan chip memori akibat lemahnya permintaan.

“Merosotnya indeks semikonduktor Philadelphia SE dan rendahnya ekspektasi penjualan Target pada kuartal akhir tahun ini mencuatkan kekhawatiran resesi global. Melemahnya permintaan global akan semakin memperburuk tingkat ekspor Korea Selatan,” jelas Han Ji-Young, analis Kiwoom Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Jam perdagangan Bursa Korea dimundurkan sejam hari ini sehubungan berlangsungnya ujian masuk universitas negeri.

Investor asing dan institusi masing-masing melepas saham senilai 383,64 miliar won dan 120,2 miliar won, sedangkan investor ritel meraup saham senilai 487,1 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing anjlok 2,07 persen dan 4,15 persen. Saham perusahaan manufaktur baterai mobil elektrik LG Energy Solutions dan LG Chem masing-masing turun 0,5 persen dan 0,99 persen, sedangkan saham Samsung SDI terjun 3,05 persen.

Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor dan Kia masing-masing merosot 1,16 persen dan 2,21 persen. Saham perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics turun 0,57 persen, sedangkan saham Celltrion tidak mengalami perubahan dari sesi sebelumnya.

Saham perusahaan dengan keterkaitan proyek di Arab Saudi meningkat setelah Korea Selatan dan Arab Saudi menandatangani memorandum of understanding (MoU) di bidang infrastruktur, kimia, energi terbarukan, gaming, dan industri lainnya saat Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman berkunjung ke Korea Selatan hari ini.

Saham Hyundai Rotem dan Lotte Fine Chemical masing-masing menanjak 5,45 persen dan 1,44 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar Amerika Serikat, turun 14,1 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.339,1 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang merosot 1,47 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 13,50 poin, atau sekitar 0,19 persen, menjadi 7.135,70. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Thailand dan Malaysia melemah, sedangkan Bursa Singapura, Filipina, Indonesia, dan Vietnam menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, turun 4,54 poin, atau sekitar 0,15 persen, menjadi 3.115,44. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong merosot 210,82 poin, atau sekitar 1,15 persen, menjadi 18.045,66.