Indeks Kospi Turun 0,12 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, turun 2,88 poin, atau sekitar 0,12 persen, pada Rabu (16/11/2022), menjadi 2.477,45.

Volume perdagangan moderat mencapai 645,72 juta saham senilai 9,67 triliun won atau sekitar US$7,29 miliar, dengan saham yang naik melampaui yang turun 444 berbanding 419.

Angka indeks melemah dipicu kabar yang menyebutkan bahwa peluru kendali Rusia yang salah sasaran menewaskan dua orang di sebuah desa di Polandia dekat perbatasan dengan Ukraina.

Pelemahan indeks Kospi terbatasi pernyataan Presiden Amerika Serikat Joe Biden bahwa kemungkinan besar peluru kendali yang menewaskan dua orang tersebut tidak berasal dari Rusia berdasarkan lintasannya.

“Kejadian di Polandia tidak akan berdampak drastis terhadap situasi geopolitik di Eropa, namun sempat menimbulkan volatilitas di pasar saham domestik sehingga terjadi aksi ambil untung,” jelas Seo Sang-Young, analis Mirae Asset Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor institusi melepas saham senilai 211,29 miliar won, sedangkan investor ritel dan asing masing-masing meraup saham senilai 176,33 miliar won dan 41,14 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics naik 0,48 persen, saham SK Hynix sebaliknya turun 0,11 persen. Saham perusahaan manufaktur baterai mobil elektrik LG Energy Solutions naik 0,67 persen, saham LG Chem sebaliknya turun 0,42 persen.

Saham perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics dan Celltrion masing-masing terjun 2,87 persen dan 4,52 persen. Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor dan Kia masing-masing merosot 1,43 persen dan 1,02 persen.

Saham perusahaan internet Naver dan Kakao masing-masing turun 1,3 persen dan 0,17 persen. Saham maskapai penerbangan Korean Air Lines dan Asiana Air Lines masing-masing melorot 1,53 persen dan 1,6 persen.

Nilai tukar won menguat terhadap dolar AS, turun 7,4 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.325 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 1 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 19,40 poin, atau sekitar 0,27 persen, menjadi 7.122,20. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Malaysia, Filipina, Indonesia, dan Thailand melemah, sedangkan Bursa Vietnam dan Singapura menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, turun 13,56 poin, atau sekitar 0,43 persen, menjadi 3.120,52. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong melemah 86,64 poin, atau sekitar 0,47 persen, menjadi 18.256,48.