Mentan Pastikan Cadangan Beras Nasional Aman

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Cadangan beras nasional masih aman. Bahkan jumlahnya mencapai 10 juta ton. 

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan, pada Februari 2023, akan kembali panen dengan jumlah yang tidak sedikit.

Meski demikian, Mentan tidak menampik akan adanya dinamika harga beras, karena pengaruh kenaikan harga bahan bakar minyak.

"Nah, itu harus disikapi secara bersama. Saya dengan Mendag (Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan) sekarang kerja dengan badan pangan nasional sampai ke lapangan gitu loh, saya tetap di produktivitasnya," kata Syahrul di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/10).

Saat meninjau Pasar Induk Beras Cipinang, Mentan juga memastikan stok beras secara nasional aman dengan harga yang terjangkau.

Menurut Mentan, pemerintah memastikan stabilitas harga beras nasional tetap terjaga.

Sejumlah langkah strategis, seperti operasi pasar dan penyerapan gabah petani telah dilakukan, katanya.

Untuk menghadapi berbagai kemungkinan, pemerintah mengintensifkan komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan secara nasional.

"Beras pengaruhnya terhadap inflasi tinggi sekali. Oleh karena itu, Pemerintah terus mengecek stok di pasar, salah satunya Pasar Induk Beras Cipinang. Memang kenyataannya, Agustus-September harga beras naik. Salah satunya disebabkan kenaikan harga gabah," sambung Mendag Zulkifli.

Dia menyebut, pemerintah telah melakukan beberapa langkah penanganan permasalahan beras, salah satunya memenuhi permintaan pasar.

"Kita memenuhi pasar, tidak hanya di Pasar Induk Cipinang, tetapi juga seluruh tanah air," kata Mendag.
Lebih lanjut Zulkifli meminta kepada pemerintah daerah merespons dengan cepat gejolak harga barang kebutuhan pokok.

"Berapapun gejolak harga yang terjadi di pasar, Pemerintah Daerah diharapkan tetap menjaga sesuai harga standar. Misalnya dengan subsidi harga sehingga harga tidak bergejolak," kata dia.

Menurut Mendag Zulkifli, pemerintah akan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait agar harga beras dapat terkendali, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

"Diharapkan operasi pasar dilakukan serempak di seluruh tanah air, terutama di daerah yang mengalami kenaikan signifikan agar harga terkendali," tandasnya.