ANALIS MARKET (11/10/2022) : IHSG Diperkirakan Cenderung Tertekan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (10/10), IHSG ditutup melemah 32,38 poin (-0,46%) ke level 6.994,39.

IHSG melemah sejalan dengan bursa regional menyusul ekspektasi investor bahwa kebijakan hawkish The Fed masih akan berlanjut.

Di saat yang sama, IMF kembali menyatakan risiko resesi dan ketidakstabilan keuangan terus meningkat akibat konfrontasi geopolitik, masalah iklim dan krisis energi.

Dari dalam negeri, Indeks Keyakinan Konsumen/IKK (Sept-22) sebesar 117,2, tetap berada pada level optimis (indeks >100), meski lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 124,7.

Di saat yang sama, nilai tukar rupiah melemah 0,35% terhadap dollar AS menjadi Rp15.299 (JISDOR).

Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup melemah terbebani oleh saham semikonduktor, termasuk Nvidia dan AMD, setelah Washington menerbitkan serangkaian kontrol ekspor yang membatasi perusahaan yang menjual semikonduktor komputerisasi canggih dan peralatan manufaktur ke China. Kemudian, Wakil Ketua Federal Reserve, Brainard mendukung gagasan kehati-hatian dalam kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Saat musim pendapatan dimulai, investor akan mengamati dengan cermat bukti dampak inflasi dan dolar yang melonjak pada margin dan permintaan konsumen. Investor juga akan menunggu rilis risalah pertemuan kebijakan The Fed terbaru pada hari Rabu untuk petunjuk lebih lanjut tentang jalur pengetatan kebijakan Federal Reserve.

DJIA (-0,32%), S&P 500 (-0,75%), dan Nasdaq (- 1,04%).

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung tertekan. Investor hari ini akan mencermati rilis data Laporan Survei Penjualan Eceran Indonesia (Augt-22),” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset yang dirilis Selasa (11/10/2022).