ANALIS MARKET (11/10/2022) : IHSG Berpotensi Kembali Terkoreksi

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Sekuritas menyebutkan, Bursa AS ditutup melemah pada Senin (10/10); DJIA -0.32%, S&P500 -0.75%, dan Nasdaq -1.04%. Nasdaq ditutup di level terendahnya sejak Juli 2020, akibat tekanan pada saham-saham semikonduktor (seperti Nvidia dan AMD) akibat kebijakan baru AS yang membatasi ekspor chip semikonduktor dan peralatan lainnya ke China. Di samping itu, pernyataan CEO JPMorgan, Jamie Dimon terkait kemungkinan resesi di 2023 dan kekhawatiran investor jelang rilis data inflasi dan laporan keuangan Q3 sejumlah bank besar AS juga menambah tekanan pada pasar. Yield UST 10Y menguat ke level 3.95% dan USD index menguat +0.38% ke level 113.18.

Dari pasar komoditas, CPO stagnan di RM 3,841/ton, nikel naik +0.02%, emas turun -1.82%, dan batu bara naik +0.18%. Sementara itu, harga Brent terpantau melemah -1.95% ke level USD 90.83/bbl.

EIDO ditutup naik +0.09% ke level 23.16. Pada akhir perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun -0.46% ke level 6,994.4, dengan net sell asing sebesar IDR 721.8 miliar. Di pasar regular, investor asing mencatatkan net sell sebesar IDR 832.7 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell sebesar IDR 110.9 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh PGAS (IDR 90.5 miliar), BBNI (IDR 28.1 miliar), dan BUMI (IDR 17 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBRI (IDR 417.2 miliar), TLKM (IDR 100.4 miliar), dan ADRO (IDR 99.1 miliar). TLKM, BBCA, dan AMRT menjadi top leading movers, sementara BBRI, ADRO, dan BMRI menjadi top lagging movers.

Terjadi penambahan 1,195 kasus baru COVID-19 di Indonesia pada hari Senin (10/10) dengan positivity rate sebesar 9.07% (total kasus aktif: 15,871). Sementara itu, 1,518 pasien sembuh (recovery rate: 97.3%).

Bursa Asia pagi ini terpantau dibuka melemah: Nikkei -1.81%; Kospi -2.4%.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, kami memperkirakan IHSG berpotensi kembali terkoreksi hari ini, seiring dengan sentiment negatif dari pergerakan bursa global dan bursa regional,” sebut analis Samuel Sekuritas dalam riset yang dirilis Selasa (11/10/2022).