ANALIS MARKET (10/10/2022) : IHSG Diperkirakan Cenderung Tertekan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan akhir pekan lalu (7/10), IHSG ditutup melemah 49,84 poin (-0,70%) ke level 7.026,78.

IHSG melemah sejalan dengan bursa regional disebabkan oleh aksi profit taking investor.

Kemudian BI merilis data Cadangan Devisa (Cadev) Indonesia turun menjadi US$130,8 miliar (Sept-22), sedangkan bulan sebelumnya sebesar US$132,2 miliar (Agust-22).

Penurunan posisi cadev pada September 2022 antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar Rupiah sejalan dengan masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.

Sebagai catatan, sepekan terakhir IHSG melemah sebesar 0,20%.

Sementara itu, Wall Street pada perdagangan akhir pekan lalu (07/10) ditutup melemah setelah rilis data Ketenagakerjaan Non-Pertanian AS menambahkan 263 ribu pekerjaan (Sep-22), lebih tinggi dari perkiraan konsensus yang sebesar 250 ribu, namun capaian tersebut turun dibandingkan bulan Agustus 2022 yang mencapai 315 ribu.

Di saat yang sama, Tingkat Pengangguran AS turun menjadi di level 3,5% (Sep-22), sebelumnya di level 3,7% (Augt-22).

Di sisi perusahaan, saham Advanced Micro Devices merosot hampir 14% setelah perusahaan melaporkan pendapatan awal yang lebih lemah dari perkiraan untuk Q3. DJIA (-2,11%), S&P 500 (-2,80%), dan Nasdaq (-3,80%).

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung tertekan. Investor hari ini akan mencermati rilis data Laporan Survei Konsumen Indonesia (Sept-22),” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset yang dirilis Senin (10/10/2022).