Wall Street Lanjutkan Pelemahan

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street melanjutkan pelemahan dari sesi sebelumnya pada Kamis (6/1/2022) seiring mencuatnya kekhawatiran peningkatan suku bunga Federal Reserve Amerika Serikat.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, AS, turun 170,64 poin, atau sekitar 0,47 persen, menjadi 36.236,47. Indeks S&P 500 melemah 4,53 poin, atau sekitar 0,10 persen, menjadi 4.696,05. Indeks komposit Nasdaq melorot 19,31 poin, atau sekitar 0,13 persen, menjadi 15.080,86.

Saham sektor teknologi melemah seiring melambungnya imbal hasil obligasi AS. Saham Microsoft turun 0,79 persen, saham Apple merosot 1,67 persen.

Saham sektor keuangan sebaliknya mengalami penguatan dipicu antisipasi peningkatan suku bunga The Fed. Saham JPMorgan Chase melonjak 1,06 persen, sedangkan saham Bank of America melambung 2,01 persen.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring menguatnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Februari 2022 turun 2 persen menjadi US$1.789,20 per ons. Indeks dolar AS naik 0,10 persen menjadi 96,27.

Bursa saham Eropa melemah pada Kamis, dengan indeks STOXX 600 Eropa merosot 1,3 persen, dipicu kekhawatiran peningkatan suku bunga The Fed.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 66,50 poin, atau sekitar 0,88 persen, menjadi 7.450,37. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, merosot 219,72 poin, atau sekitar 1,35 persen, menjadi 16.052,03.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, berakhir datar dengan pergerakan turun hanya 0,90 poin menjadi 8.789,90. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, melemah 126,71 poin, atau sekitar 1,72 persen, menjadi 7.249,66.

Nilai tukar pound sterling melemah 0,2 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,3535 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound melemah 0,1 persen menjadi 1,1975 euro per pound.