Belum Raih Efektif IPO, Adhi Commuter Coba Lagi Tahun ini

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Adhi Commuter Properti Tbk, anak usaha PT Adhi Karya Tbk (IDX: ADHI) kembali mengharapkan mendapatkan pernyaataan efektif atas penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) pada tanggal 14 Februari 2022.

Hal tersebut terungkap dalam prospektus terbaru IPO calon emiten properti itu yang diunggah pada laman e-IPO, Kamis (27/1/2022).

Jika berhasil, perseroan akan mulai menghelat penawaran umum pada tanggal 15 hingga 21 Februari 2022 dan akan dicatatkan di papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 23 Februari 2022.

Sedangkan jumlah saham yang akan ditawarkan tetap sama, yakni sebanyak  80.112.045 lot atau 8, 011 miliar lembar saham bernominal Rp100 per lembar.

Dengan kata lain, jumlah saham yang akan dilepas itu setara dengan 28,6 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Adapun kisaran harga penawaran di mulai dari Rp130 hingga Rp200 per lembar saham. Sehingga anak usaha BUMN itu akan meraup dana sebesar Rp1,041 triliun hingga Rp1,602 triliun.

Bersamaan dengan aksi korporasi itu, perseroan juga menawarkan sebanyak 560,22 juta lembar saham atau 2 persen kepada manajemen dan karyawan atau program MESOP.

Guna memuluskan rencana itu, perseroan telah menunjuk Bahana Sekuritas, CIMB Niaga Sekuritas, Maybank Sekuritas Indonesia, Mirae Asset Sekuritas Indonesia, RHB Sekuritas dan Sucor Sekuritas selaku penjamin emisi efek.

Bersama dengan 6 anggota bursa itu, perseroan akan mulai melakukan penawaran awal pada tangal 12 November hingga 25 November 2021.

Rencananya, sebanyak 45 persen dana hasil IPO diperuntukan pengembangan proyek yang sedang dikerjakan.

Sisanya, sebanyak 35 persen untuk akuisisi lahan atau pengembangan lahan. Selebihnya, 20 persen untuk pembayaran kembali sebagian pokok obligasi seri A.

Sebelumnya, perseroan mengharapkan OJK menerbitkan pernyataan efektif IPO pada tanggal 30 November 2021 dan melakukan penawaran umum tanggal 2 - 8 Desember 2021.