Akhir April 2022, Kominfo Setop Siaran TV Analog

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bakal menyetop siaran TV analog tahap pertama pada 30 April.

Nantinya, siaran TV analog bakal digantikan dengan siaran TV digital yang lebih modern dan canggih.

Peralihan ini nantinya diharapkan dapat membawa manfaat kepada masyarakat, gambar bersih, suara jernih, banyak fitur maupun saluran, dan pastinya tetap gratis.

Sebagai langkah awal, Kominfo sudah menyiapkan 5,2 juta set top box (STB) untuk beralih ke TV digital.

Set top box adalah perangkat tambahan yang sangat penting sebagai alat penangkap sinyal siaran.

Set top box sendiri jenisnya ada beberapa, yakni DVB-T2, DVB-C, DVB-S, dan DVB-IPTV.

Sedangkan di Indonesia menggunakan DVB-T2 untuk menangkap siaran TV digital.

Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Ismail, mengimbau warga kategori ekonomi mampu untuk segera membeli set top box TV digital.

Ini untuk menghindari masifnya pembelian alat menjelang penyetopan TV analog, sehingga harganya naik.

"Kami khawatir nanti di pasaran jadi sedikit set top box karena kami berfokus menyediakan untuk masyarakat tidak mampu. Bagi yang mampu, kalau bisa beli, dimulai dari sekarang,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Panitia Kerja Digitalisasi Penyiaran Komisi I DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (26/1).

Sementara untuk masyarakat tidak mampu atau rumah tangga miskin, kata Ismail, distribusi set top box TV digital akan diberikan secara gratis.

Adapun distribusi STB gratis ini dilakukan secara door to door alias dari pintu ke pintu penerima bantuan bersamaan dengan dilakukan verifikasi dan validasi data.

"Kami rencanakan set top box ini langsung dibawa dan di validasi. Kalau di validasi lalu dibawa, itu cost-nya bisa dua kali," ujar Ismail.
Merujuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Kementerian Sosial, jumlah maksimal penerima bantuan set top box mencapai 6.737.971 rumah tangga miskin.

Ini akan didapat dari dua cara, yakni pertama adalah pemerintah menyiapkan satu juta alat sesuai keputusan yang ada di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022.

Sebanyak 81.206 disediakan untuk delapan kabupaten/kota pada tahap pertama dan 918.794 di 66 kabupaten/kota fase kedua.

Dan yang kedua adalah Komitmen penyelenggara multipleksing total 4.177.760 set top box. Itu artinya, kurang 822.240 set top box gratis untuk warga miskin.

Secara keseluruhan, sesuai data DTKS Kementerian Sosial, terdapat total 7.985.820 rumah tangga miskin yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Setelah diverifikasi, ada 6.737.971 juta di antaranya berdomisili di daerah-daerah yang akan migrasi siaran TV analog ke TV digital.

“Data dari Kementerian Sosial tersebut pun memiliki data rumah tangga calon penerima bantuan set top box by name by address, mencakup nama, alamat dan informasi penting lainnya,” ujar Johnny dalam Rapat Kerja bersama Komisi I DPR RI di Jakarta, pekan lalu (18/1).
Johnny menyampaikan, kementerian sudah menyediakan sekitar 5,2 juta set top box untuk migrasi dari TV analog ke TV digital alias Analog Switch Off (ASO) tahap pertama dan sebagian fase kedua.

Pada tahap pertama, kebutuhan set top box di 166 kabupaten/kota mencapai 3.203.854. Sedangkan pada tahap kedua, butuh 2.165.890 untuk 96 kabupaten/kota.

Sementara, Kominfo baru bisa menyediakan 2.011.941 set top box dari total kebutuhan pada tahap kedua. 

Selain itu, butuh 1.368.227 set top box untuk 65 kabupaten/kota dalam rangka tahap ketiga migrasi ke TV digital. 

"Ini artinya, 153.949 set top box harus dicari jalan keluarnya untuk 14 kabupaten/kota,” kata Johnny.