Indeks Kospi Turun 0,41 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, turun 11,15 poin, atau sekitar 0,41 persen, pada Rabu (26/1/2022), menjadi 2.709,24. Angka indeks mencapai angka terendah sejal 8 Desember 2020.

Volume perdagangan moderat mencapai 466 juta saham senilai 8,8 triliun won atau sekitar US$7,3 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 487 berbanding 375.

Pergergerakan indeks Kospi terpengaruh kehati-hatian para investor selama pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) masih berlangsung

“Saham diperdagangkan tanpa arah yang jelas hari ini. Para investor melakukan wait-and-see sebelum mengetahui hasil pertemuan FOMC,” jelas Kim Sae-Hun, analis Kiwoom Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor asing dan institusi masing-masing melepas saham senilai 245 miliar won dan 17 miliar won, sedangkan investor ritel meraup saham senilai 226 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing turun 0,95 persen dan 0,42 persen. Saham perusahaan operator portal internet Naver dan perusahaan otomotif Hyundai Motor masing-masing terjun 2,8 persen dan 2,31 persen.

Saham perusahaan kimia LG Chem dan perusahaan finansial KB Financial Group masing-masing melambung 3,27 persen dan 3,5 persen.

Nilai tukar won menguat terhadap dolar Amerika Serikat, naik 0,9 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.197,7 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,1 persen.

Bursa Australia tutup hari ini sehubungan berlangsungnya perayaan Hari Australia. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Malaysia, Indonesia, Singapura, Thailand, dan Vietnam menguat, sedangkan Bursa Filipina melemah.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 20,28 poin, atau sekitar 0,59 persen, menjadi 3.453,34. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong meningkat 46,29 poin, atau sekitar 0,19 persen, menjadi 24.289,90.