Dimohon Pailit, BEI Pantau Ketat SDMU

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukan efek bersifat ekuitas PT Sidomulya Selaras Tbk (IDX: SDMU) ke deretan saham dalam pemantauan khusus, terhitung mulai perdagangan tanggal 27 Januari 2022.

Mengacu keterangan resmi BEI, Rabu (26/1/2022), disebutkan bahwa kebijakan tersebut diambil setelah emiten jasa transportasi darat khusus bahan berbahaya beracun itu mengalami Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) atau dimohonkan pailit.

Sebelumnya, SDMU mengakui gugatan PKPU dan pailit dari Jati Sejati Invesment setelah terdaftar di Pengadilan Niaga Jakarta dengan Nomor Perkara 15/Pdt-Sus-PKPU/2022 tanggal 24 Desember 2022.

Namun, SDMU menyebut, nilai tagihan yang dilayangkan tidak material terhadap aset perseroan.

Utang itu berasal dari pengalihan tagihan antara SC LOWY dengan Jati Invesment pada tanggal 6 Desember 2021.

Pengalihan itu juga telah menjadi pertanyaan perseroan, tapi belum ada tanggapan. Untuk itu, perseroan tengah melakukan negosiasi dengan SC LOWY Private Invesment.

Sementara dalam laporan keuangan kuartal III 2021, SDMU tercantum Akta Perjanjian Pengalihan Tagihan (Cessie) tanggal 30 Mei 2018, PT Bank Permata Tbk (IDX: BNLI) telah mengalihkan kepada SC Lowy Primary Investments, Ltd seluruh saldo utang bank jangka panjang perseroan sampai tanggal keputusan diterbitkan.

Adapun perseroan memperoleh fasilitas pinjaman dari SC Lowy Primary Investments, Ltd dengan pagu fasilitas kredit sebesar USD 10,867 juta dengan jangka waktu sampai dengan tanggal 31 Mei 2022 dan tingkat suku bunga sebesar 0,20 persen per tahun.