ANALIS MARKET (25/1/2022) : IHSG Diperkirakan Bergerak Landai Cenderung Negatif

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, IHSG mengalami pelemahan (- 1,06%) pada perdagangan kemarin (24/1), ditutup di level 6655,16, disebabkan oleh kekhawatiran para investor terhadap pelemahan yang terjadi pada bursa AS hari sebelumnya. Pelemahan sejatinya dikarenakan antisipasi dari para investor terkait dengan kebijakan moneter yang akan diambil oleh The Fed. Kebijakan yang diambil tersebut menyebabkan pergerakan pada kurva yield dari treasury bond di AS menjadi semakin landai, yang mengindikasikan adanya ketidakstabilan ekonomi, dilain sisi hal tersebut juga disebabkan karena pemerintah sudah melakukan tapering terhadap pembelian aset negara. Pelemahan IHSG disebabkan oleh sektor teknologi (-2,89%), sektor keuangan (-1,42%), dan sektor infrastruktur (-1,27%). Investor asing membukukan net sell di pasar reguler sebesar Rp 6 miliar, dengan saham-saham yang paling banyak dijual adalah: BBRI, BBCA, SCMA.

Adapun secara teknikal analis, pada perdagagan kemarin, IHSG membentuk pola bearish harami yang merupakan sinyal reversal ke arah bearish, dan volume yang terbentuk cukup tinggi, namun pelemahan masih tertahan oleh MA 5 dan MA 20. Beberapa saham yang memiliki potensi kenaikan yaitu: MDKA, TBIG, ADRO, ARTO, BFIN, BTPS, TLKM, WIFI, ESSA, IRRA.

Kemudian pada bursa AS kemarin (24/1), terjadi volatilitas yang sangat tinggi. Ketiga indeks AS sempat diperdagangkan melemah sampai dengan minus 3%, namun dapat ditutup di zona hijau. Pelemahan pada awalnya disebabkan karena statement The Fed yang semakin hawkish, menandakan tingkat suku bunga akan semakin yakin dapat dinaikkan, serta adanya ketegangan geopolitik. Penguatan pada bursa AS disebabkan karena para investor yang melancarkan strategi bottom fishing akibat dari pelemahan bursa yang terlalu dalam.

MARKET OUTLOOK

Berbanding terbalik dengan keadaan tutup bursa di AS, bursa Asia pada hari ini sudah diperdagangkan melemah, Nikkei minus 1,86%, dan indeks Kospi menurun 2,15%.

Sementara itu, IHSG pada hari ini akan dihadapkan oleh pelaporan hasil investasi langsung oleh asing, yang mana adalah sebuah komponen khusus dalam pembentukan PDB, apabila mengalami kenaikan kemungkinan akan memberikan dampak positif bagi bursa. Sentimen negatif yang dapat mengancam saat ini adalah, mulai tingginya varian omicron di tanah air.

“IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak landai cenderung negatif di rentang 6620 – 6700,” sebut analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Selasa (25/1/2022).