Indeks Kospi Merosot 1,49 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, merosot 42,29 poin, atau sekitar 1,49 persen, pada Senin (24/1/2022), menjadi 2.792.

Volume perdagangan moderat mencapai 468 juta saham senilai 9,2 triliun won atau sekitar US$7,7 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 817 berbanding 86.

Angka indeks merosot dipicu kehati-hatian para investor jelang berlangsungnya pertemuan Federal Reserve Amerika Serikat. “Perhatian para investor tertuju kepada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) Januari dan peluang diambilnya kebijakan yang lebih hawkish dari konsensus,” jelas Kim Dae-Joon, analis Korea Investment & Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor asing dan ritel melepas saham senilai 436 miliar won dan 137 miliar won, sedangkan investor institusi meraup saham senilai 593 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics turun 0,66 persen, sedangkan saham SK Hynix tidak mengalami perubahan dari sesi sebelumnya. Saham perusahaan operator portal internet Naver merosot 1,35 persen.

Saham perusahaan kimia LG Chem dan perusahaan keuangan KB Financial Group masing-masing terjun 3,31 persen dan 2,49 persen. Saham perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics melemah 0,86 persen, sedangkan saham perusahaan otomotif Hyundai Motor anjlok 1,5 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 2,1 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.196,1 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,7 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia melemah 36,30 poin, atau sekitar 0,51 persen, menjadi 7.139,50. Bursa saham di Asia Tenggara juga mengalami pelemahan, termasuk di Indonesia.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, berakhir datar dengan pergerakan naik hanya 1,54 poin menjadi 3.524,11. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong merosot 309,09 poin, atau sekitar 1,24 persen, menjadi 24.656,46.