ANALIS MARKET (24/1/2022) : IHSG Diperkirakan Cenderung Tertekan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan akhir pekan lalu (21/1/2022), IHSG ditutup menguat 99,50 poin (+1,5%) ke level 6.726,37.

IHSG melanjutkan penguatan didorong penguatan harga komoditas.

Di saat yang sama, pengurangan pembatasan sosial di AS dan beberapa negara Eropa dapat mendorong permintaan komoditas.

Di sisi lain, tren kenaikan kasus covid-19 dalam negeri menimbulkan kekhawatiran tersendiri.

Kemarin, terdapat rilis data Laporan Survei Perbankan Q4-2021 mengindikasikan pertumbuhan kredit baru meningkat, tercermin dari nilai SBT permintaan kredit baru sebesar 87,0%, lebih 1nggi dari SBT 20,9% Q3 -2021.

Sementara itu, Wall Street pada akhir pekan lalu ditutup melemah di tengah rilis pendapatan yang mengecewakan dan pelaku pasar terus mengantisipasi kebijakan moneter yang lebih ketat.

Neflix jatuh 23% setelah prospek pelanggan perusahaan meleset dari perkiraan karena meningkatnya kompetisi streaming, juga memukul pesaingnya dengan streaming Disney+ turun 7%.

Minggu depan, fokus tetap pada keputusan kebijakan moneter The Fed dan laporan pendapatan lebih lanjut dari perusahaan teknologi besar yang dikhawa1rkan pelaku pasar dapat mengecewakan.

DJIA (-1,30%), S&P 500 (-1,89%), dan Nasdaq (-2,72%).

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung tertekan. Pelaku pasar hari ini akan mencermati rilis data Perkembangan Uang Beredar Indonesia (Des-21),’ sebut analis FAC Sekuritas dalam riset yang dirilis Senin (24/1/2022).