ANALIS MARKET (19/1/2022) : IHSG Diperkirakan Cenderung Tertekan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (18/1/2022), IHSG ditutup melemah 30,98 poin (-0,46%) ke level 6.614,06.

IHSG melemah seiring sentimen negatif dari kenaikan kasus aktif Covid-19 di Indonesia.

Di saat yang sama, neraca perdagangan Indonesia kurang menggembirakan untuk kinerja Desember 2021 yang menurun signifikan sebesar -70,9% MoM menjadi USD1,02 miliar.

Kemarin (18/1), juga terdapat rilis data Survei Permintaan dan Penawaran Pembiayaan Perbankan Indonesia (Des-2021) mengindikasikan kebutuhan pembiayaan korporasi meningkat tercermin dari SBT sebesar 17,8%, lebih tinggi dibandingkan SBT 14,8% (Nov-2021).

Sementara itu, Wall Street diperdagangan tadi malam (17/1), ditutup melemah setelah laporan pendapatan yang mengecewakan, dan anjloknya saham teknologi di tengah melonjaknya imbal hasil Treasury.

Catatan benchmark 10-tahun mencapai 1,86%, tertinggi sejak Januari 2020 karena banyak pelaku pasar percaya The Fed perlu mengetatkan kebijakan moneter lebih awal dari yang diharapkan.

Pendapatan dan keuntungan Goldman Sachs meleset dari perkiraan, mengirim saham bank turun hampir 7%.

Pada saat yang sama, Microsoft turun 2,3% setelah perusahaan mengumumkan kesepakatan $68,7 miliar untuk membeli perusahaan video game, Activision Blizzard.

DJIA (-1,51%), S&P 500 (-1,84%), dan Nasdaq (- 2,60%).

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung tertekan. Pelaku pasar cenderung mencermati RDG BI yang akan berlangsung 19-20 Januari 2022 berkaitan dengan arah kebijakan moneternya,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset yang dirilis Rabu (19/1/2022).