Indeks Kospi Turun 0,89 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, turun 25,86 poin, atau sekitar 0,89 persen, pada Selasa (18/1/2022), menjadi 2.864,24.

Volume perdagangan moderat mencapai 545 juta saham senilai 9,9 triliun won atau sekitar US$8,3 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 726 berbanding 171.

Angka indeks turun seiring meningkatnya imbal hasil obligasi Amerika Serikat. “Peningkatan tajam imbal hasil obligasi AS memberikan tekanan terhadap pasar saham lokal,” kata Park Gwang-Nam, analis Mirae Asset Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor institusi melepas saham senilai 227 miliar won, sedangkan investor asing dan ritel masing-masing meraup saham senilai 7 miliar won dan 208 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronis dan SK Hynix masing-masing turun 0,65 persen dan 0,39 persen. Saham perusahaan operator portal internet Naver dan perusahaan kimia LG Chem masing-masing merosot 1,6 persen dan 1,84 persen.

Saham perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics terjun 2,42 persen. Saham perusahaan manufaktur baterai lithium Samsung SDI melambung 5,3 persen, sedangkan saham perusahaan minyak SK Innovation melonjak 2,64 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 2,6 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.190,1 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen positif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,4 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 8,50 poin, atau sekitar 0,11 persen, menjadi 7.408,80. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Vietnam, Indonesia, Singapura, dan Thailand melemah, sedangkan Bursa Filipina menguat. Bursa Malaysia tutup hari ini sehubungan berlangsungnya perayaan Thaipusam.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 28,25 poin, atau sekitar 0,80 persen, menjadi 3.569,91. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong turun 105,25 poin, atau sekitar 0,43 persen, menjadi 24.112,78.