ANALIS MARKET (17/1/2022) : IHSG Diperkirakan Cenderung Mixed

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan akhir pekan lalu (14/1/2022), IHSG ditutup menguat 35,04 poin (+0,52%) ke level 6.693,40.

IHSG berhasil ditutup menguat didorong foreign inflow yang terus berlanjut, meskipun masih dibayangi dengan arah kebijakan moneter The Fed yang lebih ketat ke depannya.

Dari dalam negeri, rilis Laporan Survei Kegiatan Dunia Usaha Q4- 2021 mengindikasikan bahwa kegiatan dunia usaha tumbuh positif.

Hal ini tercermin dari nilai SBT sebesar 7,10%, sedikit lebih rendah dari SBT sebesar 7,58% pada Q3-2021, namun meningkat dibandingkan SBT sebesar -3,90% pada Q4-2020.

Selain itu, rilis Prompt Manufacturing Index Q4-2021 tercatat sebesar 50,17%, meningkat dari 48,75% pada Q3-2021.

Sementara itu, Wall Street diperdagangan akhir pekan lalu (14/1), ditutup variatif setelah laporan pendapatan yang beragam membebani bank-bank besar, data ekonomi mengecewakan dan pelaku pasar tetap khawatir tentang pengetatan The Fed yang lebih agresif.

Di sisi perusahaan, pendapatan dari JPMorgan Chase dan Wells Fargo mengalahkan perkiraan tetapi hanya karena rilis cadangan dan keuntungan Citigroup turun tajam.

Sementara itu, penjualan ritel dan produksi industri secara tak terduga turun, meningkatkan kekhawatiran lebih lanjut tentang penyebaran omicron, gangguan pasokan, dan inflasi yang tinggi.

DJIA (-0,56%), S&P 500 (+0,08%), dan Nasdaq (+0,59%).

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung mixed. Pelaku pasar hari ini akan mencermati rilis data Neraca Perdagangan Indonesia (Dec-2021) & Statistik Utang Luar Negeri (Nov-2021),” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset yang dirilis Senin (17/1/2022).