Surge Perkenalkan Program Go-Digital Berbasis Gudang KUD di Jawa Timur

foto : istimewa

Pasardana.id - PT Solusi Sinergi Digital Tbk (IDX: WIFI) atau Surge, bersama-sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) Republik Indonesia dan Induk Koperasi Unit Desa (INKUD), menghadirkan festival Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Warung bertajuk Gudang Festival.

Festival dua hari penuh tersebut menjadi ajang untuk memperkenalkan program Go-Digital berbasis gudang Koperasi Unit Desa (KUD) dari Surge bagi masyarakat lokal.

Peluncuran pertama di Provinsi Jawa Timur diharapkan dapat menjaring lebih banyak lagi mitra UMKM dan warung yang dapat masuk dalam ekosistem digital Surge, membuka akses pasar yang lebih luas bagi potensi bisnis lokal, serta memberikan nilai tambah yang nyata bagi perekonomian daerah. 

CEO Surge, Hermansjah Haryono, menyampaikan bahwa hanya dalam waktu 7 (tujuh) bulan beroperasi, Surge telah mengelola puluhan gudang KUD di Pulau Jawa yang menjual kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari dengan harga yang terjangkau dan memiliki lebih dari 22 ribu mitra UMKM maupun mitra warung.

Kehadiran program  Gudang Festival di Mojokerto, Nganjuk dan wilayah lainnya, kami harapkan dapat memperluas jangkauan dukungan kami dalam mengembangkan perekonomian daerah lewat akses digital yang lebih baik.

Tak hanya menjadi distributor saja, pelaku UMKM lokal juga akan lebih mudah menjadi supplier sehingga produk unggulan di tiap daerah dapat diperkenalkan pada puluhan ribu mitra kami.

"Fokus Surge tentu saja bagaimana menyediakan konektivitas, teknologi, aplikasi, maupun marketplace yang dapat mempermudah dan mempercepat perkembangan aktivitas gudang. Kedepannya, Surge membuka peluang seluas-luasnya bagi para pelaku UMKM dan warung yang terpilih untuk mendapatkan edukasi, pendampingan bahkan pendanaan secara berkelanjutan," beber Hermansjah, seperti dilansir dari siaran pers, Kamis (13/1/2022).

Seperti yang diketahui, Surge telah mengaktivasi ratusan titik gudang KUD di sepanjang Jawa yang berfungsi sebagai fulfillment center berbagai produk dari kebutuhan sehari-hari maupun produk-produk UMKM lainnya yang telah membantu para pedagang warung mendapatkan pasokan produk yang akan dijual secara mudah, murah, dan cepat serta membantu mitra UMKM lokal dalam memasarkan produknya.

Potensi nilai transaksi dari aktivasi gudang-gudang tersebut mencapai  Rp500 Miliar per bulan dengan potensi customer base mencapai 1 juta mitra UMKM dan warung yang tergabung dalam ekosistem Surge.

Berawal di Piyungan, Kabupaten Bantul, program tersebut berlanjut ke puluhan kabupaten lainnya di Jawa Tengah dan kini hadir di Jawa Timur seiring perkembangan teknologi yang semakin meningkat di daerah Tier-2 dan Tier-3. 

Adapun, acara Gudang Festival sebagai ajang sosialisasi dan registrasi mitra UMKM dan warung  di Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Nganjuk pada 12 & 13 Januari 2022 turut dihadiri dan diresmikan oleh Deputi Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia - Ahmad Zabadi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Pemerintah Kabupaten Nganjuk, INKUD, Forkopimda, hingga ratusan anggota Koperasi Unit Desa setempat.

Dalam festival dua hari tersebut, Surge juga menyelenggarakan Bazar dan pelatihan agar UMKM dan warung dapat memasarkan produknya kepada warga lokal di sekitar lewat aplikasi marketplace.

Program Gudang Festival yang dihadirkan oleh Surge dan INKUD sejalan dengan program strategis Kementerian Koperasi dan UKM untuk mempercepat UMKM Go-Digital.

Deputi bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Ahmad Zabadi, dalam sambutannya secara virtual menyampaikan, pihaknya mengapresiasi tinggi INKUD dan Jaringan Logistik Indonesia (Surge) yang menginisiasi langkah terobosan untuk inovasi peremajaan gudang KUD.

KUD memiliki potensi ekonomi yang sangat besar dan masih bisa dioptimalkan.

Tak hanya memberi nilai tambah bagi warung-warung sekitar karena harganya yang lebih baik, program tersebut juga dapat menjadi pusat hub logistik bagi perusahaan logistik dan marketplace nasional dan global.

"Kita tahu bahwa investasi gudang membutuhkan biaya yang tidak kecil dan dengan jaringan gudang KUD yang sangat besar, perusahaan logistik dan marketplace dapat lebih dekat dengan konsumen. Dengan adanya digitalisasi pergudangan, hal ini akan memperkuat ekosistem distribusi wilayah Jawa, meningkatkan efisiensi biaya operasional dan biaya distribusi. Kemenkop UKM mendorong inovasi lewat digitalisasi ini, dimana koperasi akan terintegrasi dalam supply chain yang kuat, sehingga bisnis yang dijalankan koperasi lebih adaptif, bertahan, serta pada akhirnya memperkuat nilai ekonomi koperasi dalam ekosistem digital," jelas Ahmad.

Sementara Direktur Utama Induk Koperasi Induk Desa (INDUK KUD), Portasius Nggedi mengungkapkan, langkah  kolaborasi tersebut ditempuh untuk modernisasi jaringan Induk KUD, Pusat KUD dan KUD lewat teknologi digital.

“Peresmian di Mojokerto dan Nganjuk ini, merupakan aksi berkelanjutan kami bersama Surge untuk membantu Koperasi dan UMKM di wilayah Jawa Timur untuk masuk dalam ekosistem digital. Bermula dari Piyungan dan kini di Jawa Timur, terbukti bahwa sistem supply chain berbasis ekosistem digital Surge ini berjalan dengan baik," beber Portasius.

Pelaku Koperasi dan UMKM dapat menjadi distributor dengan mengakses barang-barang pokok dari gudang KUD dengan sistem konsinyasi, melalui aplikasi marketplace yang dipersiapkan Surge.

"Bahkan dengan Gudang Festival ini, supply produk-produk Koperasi, UMKM yaitu pertanian dan industri kerajinan di sekitar gudang KUD di Jawa Timur akan lebih mudah disalurkan dalam ekosistem yang dimiliki Surge, sehingga harapannya dapat memajukan ekonomi daerah lewat Koperasi dan UMKM," tambah Portasius.

Terpilihnya Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Nganjuk sebagai titik awal kehadiran program tersebut di Jawa Timur dilihat pemerintah daerah sebagai dukungan nyata untuk membangkitkan kembali semangat para pelaku UMKM dalam membesarkan peluang usaha mereka. 

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati yang sambutannya disampaikan oleh Asisten II bidang Ekonomi & Pembangunan Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Hariono menjelaskan, dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat lewat pertumbuhan ekonomi, kegiatan Gudang Festival merupakan salah satu cara dalam memperhatikan UMKM sektor riil.

"Kami berterima kasih pada PT Jaringan Logistik Indonesia (Surge), INKUD dan KUD Tani Jaya atas kerjasamanya dalam mendorong gerakan koperasi lebih maju. Kami terus mengembangkan kebijakan dan fasilitas agar ekonomi digital terus tumbuh dan berkembang di Kabupaten Mojokerto, dan UMKM dapat naik kelas. Melalui kerjasama ini juga produk-produk UMKM yang ada di wilayah Mojokerto dapat ditampung, sehingga manfaatnya dapat dirasakan pihak UMKM dan menjadi kebanggaan kita bersama, dan akhirnya dapat mendorong perekonomian Mojokerto," papar Bupati Mojokerto.

Plt. Bupati Nganjuk, Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, S.E., S.H., M.M., MBA turut menyampaikan juga apresiasinya pada pelaksanaan program Gudang Festival di Kabupaten Nganjuk.

“Kami sangat berterima kasih dan turut senang dengan kehadiran Surge dan INKUD dalam pengembangan pelaku UMKM di masa-masa seperti ini. Kehadiran program dari Surge ini kami harapkan dapat melengkapi berbagai stimulus yang diberikan Kabupaten Nganjuk untuk mendukung pemulihan usaha UMKM. Dengan memanfaatkan teknologi digital, pelaku UMKM dapat memperoleh akses bantuan modal hingga meningkatkan pemasaran produknya. Kami berharap kerjasama ini dapat dicontoh oleh platform digital lainnya untuk memajukan ekonomi daerah melalui ekonomi digital," ungkapnya.

Lebih jauh, dengan tiga pilar usaha terpadu yakni konektivitas, kebutuhan harian dan media & hiburan, Surge terus hadirkan inovasi yang dapat mengatasi tantangan dan peluang digitalisasi secara cepat dan merata.

Tak berhenti di pelaku UMKM saja, masyarakat sekitar yang memiliki talenta kreatif dapat berkesempatan berkontribusi memajukan roda perekonomian daerah melalui industri ekonomi kreatif.

Kedepannya, Surge akan hadirkan program Gudang Kreatif yang berfungsi tak hanya untuk pelatihan dan pendampingan, tetapi wadah dan fasilitas bagi masyarakat dalam menciptakan konten-konten kreatif lokal untuk mendukung para UMKM dan Warung.

"Harapan kami kedepannya, melalui kolaborasi strategis bersama Kemenkop UKM serta INKUD maupun para pemerintah daerah, kami dapat juga membuka peluang kreator lokal dan pelaku UMKM asal daerah ke tahap yang lebih luas dan berkompetisi dalam persaingan secara global maupun dunia internasional,” tutup Hermansjah.