Ditegur BEI, JAYA Batal Tebar Dividen Interim

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Armada Berjaya Trans Tbk (IDX: JAYA) membatalkan rencana pembagian dividen tengah tahun atau interim karena permintaan Bursa Efek Indonesia (BEI) guna memenuhi cadangan wajib secara bertahap.

“Kami menyambut baik permintaan dari Bursa mengenai pemenuhan secara bertahap atas cadangan wajib sebagaimana diatur oleh Undang-undang Perseroan Terbatas,” tulis Direktur Utama JAYA, Darmawan Suryadi SM, Jumat (14/1/2022).

Sebelumnya, pada tanggal 13 Januari 2022, emiten jasa angkutan darat itu telah mengumumkan pembagian dividen. Tapi rencana itu mendapat tanggapan dari regulator bursa hingga perseroan membatalkan rencana itu.

Untuk diketahui, JAYA mencatatkan laba bersih sebesar Rp3,97 miliar dalam sembilan bulan pertama tahun 2021, setelah membukukan pendapatan Rp52,357 miliar. Adapun saldo laba tercatat sebesar Rp6,732 miliar.

Padahal dalam Pasal 71 ayat 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT) disebutkan, bahwa seluruh laba bersih setelah dikurangi penyisihan untuk cadangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 ayat 2 UUPT dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen, kecuali ditentukan lain dalam RUPS. Dividen sebagaimana dimaksud pada ayat 2, hanya boleh dibagikan apabila Perseroan mempunyai saldo laba yang positif. 

Dalam Pasal 72 UUPT juga menegaskan;

  1. Perseroan dapat membagikan Dividen Interim sebelum tahun buku perseroan berakhir sepanjang diatur dalam anggaran dasar perseroan.
  2. Pembagian Dividen Interim dapat dilakukan apabila jumlah kekayaan bersih perseroan tidak menjadi lebih kecil dari pada jumlah modal ditempatkan dan disetor ditambah cadangan wajib.
  3. Pembagian Dividen Interim tidak boleh mengganggu atau menyebabkan perseroan tidak dapat memenuhi kewajibannya pada kreditor atau mengganggu kegiatan perseroan.
  4. Pembagian Dividen Interim ditetapkan berdasarkan keputusan Direksi setelah memperoleh persetujuan Dewan Komisaris.
  5. Dalam hal setelah tahun buku berakhir ternyata perseroan menderita kerugian, Dividen Interim yang telah dibagikan harus dikembalikan oleh pemegang saham kepada perseroan. Direksi dan  Dewan Komisaris bertanggung jawab secara tanggung renteng atas kerugian perseroan, dalam hal pemegang saham tidak dapat mengembalikan dividen interim dimaksud.