ANALIS MARKET (13/1/2022) : IHSG Diperkirakan Cenderung Menguat

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (12/1/2022), IHSG ditutup melemah 0,9 poin (-0,01%) ke level 6.647,07.

IHSG melemah setelah menguat di sesi perdagangan pertama.

Dari sisi eksternal, pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell, bahwa inflasi AS berjalan terlalu tinggi dari target yang ditetapkan, namun masih ada berbagai pertimbangan untuk mengeluarkan kebijakan yang ketat.

Dari internal, Presiden RI Joko Widodo memastikan vaksinasi ketiga atau booster vaksin Covid-19 akan dimulai pada 12 Januari 2022.

Sementara itu, Wall Street diperdagangan tadi malam (12/1), ditutup menguat setelah rilis data inflasi AS sebesar 0,5% mtm (Des-2021), lebih rendah dibandingkan sebelumnya sebesar 0,8% mtm (Nov-2021).

Angka inflasi di AS sejalan dengan perkiraan, meredakan kekhawatiran bahwa The Fed perlu melakukan pengetatan lebih cepat dari yang diumumkan sebelumnya.

Di saat yang sama, imbal hasil Treasury sedikit lebih rendah, memberikan sedikit kelegaan pada sektor teknologi.

Di sisi perusahaan, saham yang terkait dengan pertumbuhan ekonomi berada di antara yang berkinerja terbaik dengan perusahaan kimia Mosaic naik lebih dari 3%, sementara raksasa perangkat lunak seperti Microsoft dan Alphabet naik lebih dari 1%.

DJIA (+0,51%), S&P 500 (+0,92%), dan Nasdaq (+1,41%).

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung menguat,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset yang dirilis Kamis (13/1/2022).