Wall Street Melemah Dipicu Kekhawatiran Varian Delta

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street melemah pada Rabu (8/9/2021) dipicu kekhawatiran penyebaran virus Corona (COVID-19) varian delta.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, turun 68,93 poin, atau sekitar 0,20 persen, menjadi 35.031,07. Indeks S&P 500 melemah 5,96 poin, atau sekitar 0,13 persen, menjadi 4.514,07. Indeks komposit Nasdaq merosot 87,69 poin, atau sekitar 0,57 persen, menjadi 15.286,64.

Jumlah kasus baru harian COVID-19 secara global terus berada di atas 500.000 kasus sejak pertengahan Juli lalu. Pada Rabu, kasus baru COVID-19 global mencapai 517.991 kasus.

Tingginya kasus baru COVID-19 dikhawatirkan menghambat proses pemulihan ekonomi dunia.

Sebagian besar dari 11 sektor utama indeks S&P 500 berakhir di teritori negatif, dengan penurunan tertajam dialami sektor material, energi, dan teknologi.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring menguatnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Oktober 2021 turun 0,3 persen menjadi US$1.793,5 per ons. Indeks dolar AS naik 0,20 persen menjadi 92,70.

Bursa saham Eropa melemah pada Rabu, dengan indeks STOXX 600 Eropa merosot 1,1 persen, seiring penurunan yang dialami saham sektor otomotif. Indeks sektor tersebut anjlok 2,2 persen.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 53,84 poin, atau sekitar 0,75 persen, menjadi 7.095,53. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, anjlok 232,81 poin, atau sekitar 1,47 persen, menjadi 15.610,28.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, melemah 55,80 poin, atau sekitar 0,63 persen, menjadi 8.838,70. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis melorot 57,18 poin, atau sekitar 0,85 persen, menjadi 6.668,89.

Nilai tukar pound sterling melemah 0,2 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,3756 per pound. Terhadap euro, nilai tukar pound melemah 0,2 persen menjadi 1,1635 euro per pound.