Indeks Kospi Merosot 1,53 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, merosot 48,29 poin, atau sekitar 1,53 persen, pada Kamis (9/9/2021), menjadi 3.114,70.

Volume perdagangan moderat mencapai 910 juta saham senilai 17,3 triliun won atau sekitar US$14,8 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 655 berbanding 214.

Angka indeks merosot setelah otoritas kesehatan Korea Selatan menyatakan jumlah kasus baru virus Corona (COVID-19) diperkirakan akan meningkat saat perayaan Chuseok berlangsung 18-22 September mendatang.

“Ketidakpastian dari tanggal jatuh tempo opsi saham menambah tekanan terhadap indeks Kospi, terutama saham large-caps,” jelas Park Gwang-Nam, analis Mirae Asset Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor asing dan institusi masing-masing melepas saham senilai 318 miliar won dan 935 miliar won, sedangkan investor ritel meraup saham senilai 1,2 triliun won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing anjlok 1,31 persen dan 2,83 persen. Saham perusahaan internet Naver dan Kakao masing-masing terjun 2,56 persen dan 7,22 persen.

Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor melonjak 2,11 persen, saham perusahaan kimia LG Chem sebaliknya merosot 1,06 persen. Saham perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics tergelincir 1,93 persen.

Saham bank digital Kakao Bank turun 0,41 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar Amerika Serikat, turun 2,5 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.169,2 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang melorot 1,04 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia anjlok 142,50 poin, atau sekitar 1,90 persen, menjadi 7.369,50. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Malaysia, Indonesia, Thailand, dan Filipina melemah, sedangkan Bursa Singapura dan Vietnam menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 18,11 poin, atau sekitar 0,49 persen, 3.693,29. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong terjun 604,93 poin, atau sekitar 2,30 persen, menjadi 25.716.