Indeks Kospi Turun 0,50 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, turun 15,91 poin, atau sekitar 0,50 persen, pada Selasa (7/9/2021), menjadi 3.187,42.

Volume perdagangan moderat mencapai 745 juta saham senilai 11,7 triliun won atau sekitar US$10,1 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 447 berbanding 393.

Angka indeks turun dipicu lemahnya angka non-farm payroll Amerika Serikat. “Indeks Kospi terus berfluktuasi di sekitar angka 3.200 sejak data pekerjaan AS dirilis. Para investor menantikan perubahan kebijakan moneter selanjutnya dari negara-negara maju,” jelas Choi Yoo-Joon, analis Shinhan Investment, seperti dikutip Yonhap News.

Investor asing dan institusi masing-masing melepas saham senilai 327 miliar won dan 121 miliar won, sedangkan investor ritel meraup saham senilai 452 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing anjlok 1,55 persen dan 1,42 persen. Saham perusahaan operator portal internet Naver terjun 2,09 persen.

Saham perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics turun 0,42 persen, saham perusahaan kimia LG Chem sebaliknya melonjak 1,07 persen. Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor merosot 1,16 persen.

Saham bank digital Kakao Bank terjun 5,68 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS. Turun 1,3 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.157,8 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen positif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,1 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia berakhir datar dengan pergerakan naik hanya 1,80 poin menjadi 7.530,30. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina menguat, sedangkan Bursa Indonesia melemah.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, melonjak 54,70 poin, atau sekitar 1,51 persen, menjadi 3.676,56. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong naik 190 poin, atau sekitar 0,73 persen, menjadi 26.353,63.