ANALIS MARKET (24/9/2021) : Pergerakan IHSG Berpotensi Melanjutkan Penguatan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, diperdagangan kemarin (23/9), IHSG melanjutkan penguatan (+0.56%) ke level 6142.71 seiring dengan meredanya kekhawtiran pasar tentang krisis utang di China Evergrande Group dan kenaikan harga komoditas. Secara sectoral, penguatan IHSG didorong oleh saham – saham di sektor energi (+2.19%) dan teknologi (+1.77%). Saham ITMG (+3.17%)), PTBA (+2.98%), ADRO (+1.07%) mengalami kenaikan seiring dengan kenaikan harga batu bara yang lebih dari 2%. Sejalan dengan penguatan indeks, investor asing melakukan aksi beli bersih sebesar IDR 871.18 miliar dengan saham-saham yang paling banyak di beli investor asing secara value antara lain BBRI, BBCA dan BUKA.

Di sisi lain, mayoritas bursa Eropa ditutup naik dengan indeks Eurostoxx (+1.08%) dan DAX (+0.88%) setelah Federal Reserve mengisyaratkan akan mulai mengurangi pembelian aset tahun ini, tetapi membiarkan pintu terbuka untuk memperpanjang stimulus jika ekonomi membutuhkannya. Saham teknologi dan pembuat mobil memimpin kenaikan berbasis luas di indeks Stoxx Europe 600, yang kini telah memulihkan kerugian yang dipicu oleh kekhawatiran tentang krisis utang China Evergrande Group. Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bank sentral AS dapat mulai mengurangi pembelian aset pada November, sambil menekankan bahwa pengurangan tidak akan memulai hitungan mundur untuk lepas landas dari suku bunga nol. Selanjutnya investor global akan terfokus pada pidato dewan gubernur Federal Reserve dan data penjualan rumah baru AS.

Sementara itu, Indeks Nikkei (+1.91%) dan TOPIX (+1.94%) dibuka optimis setelah saham AS menguat dan imbal hasil obligasi negara melonjak di tengah optimisme ekonomi dan meredakan kekhawatiran penularan dari krisis utang China Evergrande Group. Kenaikan Wall Street dipimpin oleh sektor-sektor yang sensitif secara ekonomi seperti energi dan keuangan, karena investor menganut pandangan bahwa pengurangan stimulus Federal Reserve yang menjulang menunjukkan kepercayaan pada pemulihan dari pandemi. Prospek kebijakan moneter yang lebih ketat mendorong aksi jual global obligasi. Imbal hasil Treasury jangka panjang melonjak paling tinggi dalam 18 bulan karena para pedagang mengedepankan ekspektasi mereka untuk kenaikan suku bunga Fed pertama hingga akhir 2022.

Dari komoditas, harga minyak WTI (-0.12%) masih stabil pagi ini karena prospek ekonomi dan positif untuk permintaan energi. Juga, kekhawatiran tentang ketatnya pasokan minyak mentah AS. Sementara itu, harga batu bara (+3.58%) kembali melonjak.

“Secara sentiment, pergerakan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan di akhir pekan,” sebut analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Jumat (24/9/2021).