ANALIS MARKET (23/9/2021) : Pergerakan IHSG Masih Berpotensi Menguat

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, diperdagangan kemarin (22/9), IHSG ditutup menguat 47.51 point (+0.78%) ke level 6108.26 dengan pergerakan yang optimis selama jam perdagangan. Saham-saham ARTO, BBCA, UNVR, BBRI dan TLKM sukses menjadi pendorong penguatan IHSG hingga akhir sesi. Indeks sektor Transportasi (+2.24%), Energy (+1.29%) dan Keuangan (+1.11%) memimpin penguatan secara sektoral. Investor asing melakukan aksi beli bersih sebesar 495.76 Miliar rupiah dengan saham BBRI, BBCA dan TLKM menjadi top net buy value. Meredanya kasus covid-19 didalam negeri didukung penurunan level PPKM dan angka vaksinasi yang telah naik signifikan menjadi salah satu faktor optimisme investor.

Di sisi lain, mayoritas bursa AS berakhir menguat dengan indeks DJIA (+1.00%), S&P500 (+0.95%) dan Nasdaq (+1.02%) karena sebagian besar investor menerima sinyal terbaru dari Federal Reserve, termasuk membuka jalan bagi bank sentral untuk segera mengurangi pembelian obligasi bulanannya. Dalam pernyataannya, bank sentral juga menyarankan kenaikan suku bunga mungkin mengikuti lebih cepat dari yang diharapkan dan mengatakan indikator keseluruhan dalam perekonomian "terus menguat." Selanjutnya investor akan menanti data PMI manufaktur dari Jerman dan AS, Klaim pengangguran awal AS hingga laporan ECB.

Sementara itu, diperdagangan hari ini, Kamis (23/9), Bursa Jepang ditutup libur memperingati hari libur nasional. Sementara bursa saham di Asia lainnya terpantau stabil setelah AS mengambil langkah mereka dengan prospek pengurangan stimulus Federal Reserve pada awal November. Ketua Fed, Jerome Powell mengatakan bank sentral dapat mulai mengurangi pembelian aset pada November dan menyelesaikan prosesnya pada pertengahan 2022. Pejabat juga mengungkapkan kecenderungan yang berkembang untuk menaikkan suku bunga tahun depan.

Di sisi lain, para pelaku pasar terus memantau krisis utang di China Evergrande Group. Beberapa kekhawatiran investor tampaknya telah mereda meskipun pertanyaan tetap ada setelah pengembang - yang mengalami kesulitan di bawah kewajiban lebih dari $300 miliar - mengeluarkan pernyataan yang tidak jelas tentang pembayaran bunga obligasi lokal.

Dari komoditas, harga minyak WTI (-0.28%) masiih cenderung stabil dengan stok minyak mentah AS menyusut ke level terendah sejak 2018, memperketat pasar karena menghadapi krisis energi global menjelang periode permintaan musim dingin yang penting. Sementara untuk komoditas lainnya seperti batubara (+2.50%), CPO (+3.27%), Timah (+3.87%) dan Nikel (+1.59%).

“Secara sentiment, pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi menguat ditengah kenaikan harga komoditas dan meredanya kekhawatiran tentang krisis utang China,” sebut analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Kamis (23/9/2021).