ANALIS MARKET (23/9/2021) : IHSG Berpeluang Menguat Lagi Hingga Resistance Di Level 6.137

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Kiwoom Sekuritas menyebutkan, pada hari Rabu (22/9), IHSG ditutup menguat 0,78% menjadi 6.108.

Di sisi lain, indeks Wall street ditutup menguat menanggapi langkah The Fed untuk mempertahankan suku bunga.

Adapun sentimen lain yang berpotensi mempengaruhi pergerakan pasar Asia hari ini, Kamis (23/9) adalah rencana untuk menerapkan tapering The Fed pada November 2021 yang kemungkinan suku bunga acuan akan naik tahun depan, tetapi dengan syarat, inflasi dan data tenaga kerja mencapai target.

Selain itu, dari harga komoditas, harga minyak mentah dunia melonjak lebih dari 2% pada akhir perdagangan Rabu (22/9), waktu setempat, setelah pasokan di AS merosot ke level terendah di tiga hari terakhir karena Badai Ida baru-baru ini. Sedangkan harga nikel dunia menguat, didorong oleh defisit persediaan nikel dunia selama periode tujuh bulan tahun berjalan 2021. Defiset logam nikel saat ini merupakan yang terendah dalam 20 terakhir bulan, mendorong harga nikel dunia lebih tinggi.

Adapun secara teknikal analis, IHSG ditutup menguat dengan candle bullish. Indikator stokastik membentuk pola golden cross, histogram MACD bergerak negatif (garis lemah) dan volume meningkat.

“Jika IHSG bergerak bullish lagi, ada peluang untuk menguat lagi hingga resistance di 6.137, jika tembus level tersebut bisa melanjutkan ke level 6.169. Jika IHSG bergerak bearish, bisa saja melemah hingga support di kisaran 6.059 – 6.068,” sebut analis Kiwoom Sekuritas dalam riset yang dirilis Kamis (23/9/2021).