Perkantoran Nonesensial di PPKM Level 3 Boleh WFO 25 Persen

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Koordinator PPKM Jawa-Bali sekaligus Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, kantor sektor nonesensial di wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 sudah boleh work from office (WFO) atau bekerja dari kantor.

Hal tersebut disampaikan Luhut, seiring dengan menurunnya kasus Covid-19.

Meski demikian, kapasitasnya masih dibatasi hanya 25 persen.

Sebelumnya, pelaksanaan kegiatan pada sektor nonesensial diberlakukan 100 persen work from home (WFH).

“Perkantoran nonesensial di kabupaten kota level 3 dapat melakukan 25 persen WFO,” kata dia, Senin (20/9/2021).

Namun, ia mengatakan seluruh pegawai yang bekerja dari kantor harus sudah di vaksinasi. Selain itu, manajemen juga harus menggunakan QR code aplikasi Peduli Lindungi bagi karyawan yang ingin masuk gedung perkantoran.

"Pegawai harus vaksin dan gunakan QR aplikasi Peduli Lindungi," terang Luhut.

Lebih lanjut Luhut juga mengklaim, adanya pelonggaran tersebut dilakukan karena menurutnya protokol kesehatan telah dijalankan dengan baik. Bahkan kasus covid-19 juga terus membaik.

“Seiring dengan implementasi prokes yang lebih baik dan penggunaan PeduliLindungi yang terus berjalan, ada beberapa penyesuaian dan pengetatan aktivitas masyarakat yang terus dilakukan dalam periode minggu ini,” tuturnya.

Sebagai informasi, pemerintah melanjutkan PPKM di Jawa-Bali hingga dua pekan ke depan.

Dalam perpanjangan kebijakan ini, seluruh kabupaten/kota turun ke level 3.

“Saya sampaikan tidak ada kabupaten atau kota di level 4 di Jawa-Bali. Semua di level 3-2," jelas Luhut.

Pemerintah menyatakan, PPKM akan terus berlanjut hingga masalah pandemi covid-19 selesai di dalam negeri.

Penerapan PPKM di Jawa-Bali akan dievaluasi setiap satu pekan, sedangkan di luar Jawa-Bali di evaluasi setiap dua pekan.