Saham Energi Meningkat, Wall Street Menguat

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street menguat pada Rabu (15/9/2021) seiring meningkatnya saham sektor energi.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, naik 236,82 poin, atau sekitar 0,68 persen, menjadi 34.814,39. Indeks S&P 500 meningkat 37,65 poin, atau sekitar 0,85 persen, menjadi 4.480,70. Indeks komposit Nasdaq menguat 123,77 poin, atau sekitar 0,82 persen, menjadi 15.161,53.

Saham sektor energi meningkat seiring melonjaknya harga minyak dunia setelah data terbaru menunjukkan cadangan minyak mentah AS mengalami penurunan. Sektor tersebut menjadi sektor yang paling menguat dari 11 sektor utama indeks S&P 500.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring meredanya kekhawatiran tapering setelah indeks harga konsumen AS yang merupakan indikator tingkat inflasi mengalami peningkatan 5,3 persen pada Agustus, di bawah peningkatan 5,4 persen yang tercapai pada bulan sebelumnya.

Harga emas untuk pengiriman Oktober 2021 turun 0,2 persen menjadi US$1.803,40 per ons. Penurunan harga emas berjangka terbatasi melemahnya nilai tukar dolar AS, dengan indeks dolar AS turun 0,2 persen menjadi 92,514.

Bursa saham Eropa melemah pada Rabu, dengan indeks STOXX 600 Eropa turun 0,8 persen, seiring merosotnya saham sektor utilitas.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 17,57 poin, atau sekitar 0,25 persen, menjadi 7.016,49. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melemah 106,99 poin, atau sekitar 0,68 persen, menjadi 15.616.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, merosot 144,60 poin, atau sekitar 1,65 persen, menjadi 8.635,40. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis melorot 69,35 poin, atau sekitar 1,04 persen, menjadi 6.583,62.

Nilai tukar pound sterling menguat 0,2 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,3832 per pound. Terhadap euro, nilai tukar pound menguat 0,15 persen menjadi 1,1710 euro per pound.