ANALIS MARKET (16/9/2021) : IHSG Berpeluang Menguat Ke Resistance Di Kisaran 6.150 – 6.169

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Kiwoom Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan Rabu (15/9), IHSG ditutup melemah 0,31% di 6.110 di tengah rilis data ekonomi yang positif.

Data Neraca Perdagangan Indonesia per Agustus tercatat $4,74 Miliar, lebih tinggi dari periode sebelumnya sebesar $2,60 Miliar dan lebih tinggi dari konsensus yang hanya $2,36 miliar.

Sementara itu, angka ekspor dan impor juga mencatat pertumbuhan masing-masing 64,1% dan 55,26%.

Sementara itu, dari komoditas, permintaan batu bara meningkat setelah China pulih dari banjir dan ekonomi India mulai dibuka kembali. Namun, pada saat yang sama, pasokan menurun sehingga harga batu bara melonjak.

Sedangkan harga minyak mentah naik lebih dari US$2 per barel pada Rabu (15/9), setelah data pemerintah AS menunjukkan penurunan yang lebih besar dari perkiraan dalam persediaan minyak mentah AS. Selain itu, ada harapan permintaan itu akan meningkat karena meluasnya peluncuran vaksinasi Covid-19.

Di sisi lain, secara teknikal analis, kemarin (15/9), IHSG ditutup turun dengan candle bearish. Indikator stokastik bullish, histogram MACD bergerak dalam arah positif (garis peluang golden cross) dan volume jatuh.

“Jika IHSG bisa tembus hingga level 6.130, ada peluang untuk lebih memperkuat ke resistance berikutnya di kisaran 6.150 – 6.169. Jika IHSG bergerak bearish dan breakdown di bawah level 6.099, IHSG akan terus turun ke support di kisaran 6.072 – 6.088,” beber analis Kiwoom Sekuritas dalam riset yang dirilis Kamis (16/9/2021).