TPIA Kumpulkan Rp15,5 Triliun Dari Right Issue

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (IDX: TPIA) berhasil meraup dana sebesar Rp 15,5 triliun atau USD1,1 miliar dari penawaran umum terbatas III melalui Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right issue, setelah memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporasi Chandra Asri, Suryandi mengatakan, setelah right issue, jumlah saham beredar perusahaan meningkat sebanyak 3,794,366,013 saham, dari sebanyak 17.833.520.260 menjadi 21.627.886.273 lembar saham.

“Tapi komposisi saham publik sekitar 8,2 persen, memenuhi persyaratan saham publik dari Bursa Efek Indonesia,” papar dia kepada media, Rabu (15/9/2021).

Ia menambahkan, raihan dana sebesar itu tak lepas dari peran pembeli siaga, yakni PT TOP Investment Indonesia, anak perusahaan Thai Oil Public Company Limited (Thai Oil), kilang unggulan PTT Public Company Limited (PTT).

“Kami senang dengan keberhasilan right issue ini dan menyambut Thaioil sebagai pemegang saham utama baru Chandra Asri,” kata dia.

Ia menjelaskan, dana right issue yang diperoleh akan digunakan untuk melanjutkan rencana perseroan dalam mengembangkan kompleks petrokimia kedua secepatnya.

“Thai Oil sebagai mitra terpilihnya untuk mendukung pengembangan kompleks petrokimia kedua (CAP2), melalui proses seleksi investor strategis yang kuat dan komprehensif,” kata dia.

Thai Oil sekarang memegang 15 persen kepemilikan saham di perusahaan, dan merupakan bagian dari pemegang saham utama serta sponsor Chandra Asri bersama Barito Pacific dan SCG Chemicals.

Thai Oil dan Chandra Asri juga telah menandatangani perjanjian penjualan dan pembelian bahan baku untuk pasokan nafta dan gas minyak 2 cair ke Chandra Asri dan CAP 2, serta perjanjian distribusi produk.

Sinergi ini untuk memberikan keamanan pasokan bahan baku dan membuka nilai lebih lanjut melalui sinergi.

Tunduk pada Keputusan Investasi Akhir (FID) untuk CAP 2 yang ditargetkan untuk tahun 2022, Thai Oil dan SCG Chemicals berkomitmen untuk berinvestasi lebih lanjut secara kolektif hingga USD0,4 miliar.

Adapun metode investasi selanjutnya, akan ditentukan oleh para pihak pada tahap selanjutnya dan tetap tunduk pada persetujuan pemegang saham Chandra Asri serta otoritas pemerintah terkait di Republik Indonesia.

Investasi di CAP 2 diproyeksikan sekitar USD5 miliar. Konstruksi diperkirakan akan memakan waktu 4 sampai 5 tahun dan menciptakan 25.000 lapangan pekerjaan selama periode tersebut.

Proyek ini akan menggandakan kapasitas produksi dari saat ini sebesar 4,2 juta ton per tahun menjadi lebih dari 8 juta ton per tahun.

Hal ini akan membantu memenuhi permintaan domestik Indonesia yang terus meningkat, mengurangi ketergantungan impor, mengembangkan industri hilir petrokimia lokal, mendukung visi pemerintah untuk Industri 4.0, dan menciptakan karir jangka panjang yang bernilai tinggi.