ANALIS MARKET (15/9/2021) : Pergerakan IHSG Berpotensi Terkonsolidasi

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, diperdagangan kemarin (14/9), IHSG ditutup naik 40.94 poin (+0.67%) ke level 6129.09 dengan cenderung bergerak optimis sepanjang sesi perdagangan. Indeks sektor energy (+2.16%), Infrastruktur (+2.09%) dan Property (+1.82%) naik lebih optimis dan saham TLKM, DCII, ASII, EXCL dan HMSP menopang penguatan IHSG. Investor melihat angka aksus covid-19 yang melambat dan penguatan besar pada sebagian bursa ekuitas global pasca rentetan pelemahan yang terjadi di Wall Street sejak pekan lalu.

Pada pasar ekuitas global, mayoritas indeks di Wall Street melemah dengan indeks DJIA (-0.84%), S&P500 (-0.57%) dan Nasdaq (-0.45%) setelah data menunjukkan inflasi mereda di Amerika Serikat, menimbulkan pertanyaan baru tentang kapan bank sentral AS akan mulai mengurangi pembelian asetnya. Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan Indeks Harga Konsumen (CPI) naik hanya 0,1% bulan lalu, dibandingkan dengan peningkatan yang diharapkan sebesar 0,3%. Itu adalah kenaikan terkecil dalam enam bulan, dan itu menunjukkan bahwa inflasi mungkin telah mencapai puncaknya. Di tempat lain, Prospek kenaikan pajak perusahaan di Amerika Serikat dari 21% menjadi 26,5% sebagai bagian dari anggaran $3,5 triliun juga menjadi perhatian utama bagi investor.

Dari bursa regional, indeks Nikkei (-0.69%) dan Topix (-0.98%) membuka perdagangan hari Rabu (15/09) pagi ini, dengan pelemahan mengiringi penurunan yang terjadi di bursa AS. Data Inflasi AS yang kurang dari perkiraan pada bulan Agustus, mendukung pandangan bahwa tekanan harga terkait pandemi dapat bersifat sementara tetapi membuat argumen keseluruhan belum diputuskan. Di China, investor sedang menunggu data ekonomi yang kemungkinan akan menunjukkan kerusakan akibat wabah Covid-19. Investor juga memantau pembatasan peraturan Beijing dan kesengsaraan utang pengembang China Evergrande Group.

Dari komoditas, harga minyak WTI (+0.64%) masih terpantau naik didorong oleh laporan persediaan minyak mentah mingguan dan persediaan bahan bakar telah menurun. Selain itu, harga CPO (+0.46%) dan timah (+0.57%) bertahan di zona hijau.

“Secara sentiment, pergerakan IHSG hari ini berpotensi terkonsolidasi ditengah penurunan bursa Regional akibat data inflasi AS yang dibawah ekspektasi ekonom,” sebut analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Rabu (15/9/2021).