Indeks Kospi Naik 0,67 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, naik 20,97 poin, atau sekitar 0,67 persen, pada Selasa (14/9/2021), menjadi 3.148,83.

Volume perdagangan moderat mencapai 700 juta saham senilai 15,4 triliun won atau sekitar US$13,2 miliar, dengan saham yang naik melampaui yang turun 607 berbanding 251.

Angka indeks naik dipicu aksi beli yang dilakukan investor asing dan institusi. Para investor meyakini indeks harga konsumen Amerika Serikat kehilangan momentum sehingga tapering tidak akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Indeks harga konsumen AS berpengaruh besar terhadap keputusan Federal Reserve terkait tapering,” jelas Lee Jae-Sun, analis Hana Financial Investment, seperti dikutip Yonhap News.

Investor asing dan institusi masing-masing meraup saham senilai 294 miliar won dan 761 miliar won, sedangkan investor ritel melepas saham senilai 1,1 triliun won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing naik 0,94 persen. Saham perusahaan internet Naver merosot 1,35 persen, sedangkan saham Kakao turun 0,4 persen.

Saham perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics tidak mengalami perubahan dari sesi sebelumnya. Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor melonjak 1,95 persen, saham perusahaan kimia LG Chem sebaliknya anjlok 1,74 persen.

Saham bank digital Kakao Bank melambung 7,89 persen setelah mengalami penurunan delapan sesi beruntun.

Nilai tukar won menguat terhadap dolar AS, naik 5,2 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.170,8 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen positif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,13 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 12,10 poin, atau sekitar 0,16 persen, menjadi 7.437,30. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura dan Indonesia menguat, sedangkan Bursa Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina melemah.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, merosot 52,77 poin, atau sekitar 1,42 persen, menjadi 3.662,60. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong melorot 311,58 poin, atau sekitar 1,21 persen, menjadi 25.502,23.