Indeks Kospi Berakhir Datar

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, berakhir datar pada Senin (13/9/2021). Angka indeks hanya bergerak naik 2,10 poin menjadi 3.127,86.

Volume perdagangan moderat mencapai 718 juta saham senilai 13,3 triliun won atau sekitar US$11,3 miliar, dengan saham yang naik melampaui yang turun 579 berbanding 286.

Indeks Kospi bergerak volatil sepanjang sesi perdagangan saham hari ini dipicu kabar yang menyebutkan bahwa Korea Utara berhasil meluncurkan rudal jarak jauh tipe baru pada akhir pekan lalu. Sentimen pasar juga terpengaruh meningkatnya tingkat inflasi di Amerika Serikat.

“Para investor enggan melakukan banyak transaksi jelang berlangsungnya pertemuan FOMC pekan depan. Sampai pertemuan tersebut berlangsung, pasar saham akan lebih terpengaruh isu politik terbaru,” jelas Park Gwang-Nam, analis Mirae Asset Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor asing dan institusi masing-masing meraup saham senilai 139 miliar won dan 205 miliar won, sedangkan investor ritel melepas saham senilai 336 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing melonjak 1,33 persen dan 1,43 persen. Saham perusahaan operator portal internet Naver turun 0,49 persen, saham Kakao terjun 4,23 persen.

Saham perusahaan biofarmasi Samsung BIoLogics merosot 1,3 persen, saham perusahaan baja POSCO sebaliknya melambung 4,17 persen. Saham perusahaan kimia LG Chem meningkat 0,95 persen.

Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor melemah 0,73 persen. Saham Kakao Bank tergelincir 6,24 persen ke harga terendah sejak listing awal bulan lalu.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 6,9 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.176 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,1 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 18,60 poin, atau sekitar 0,25 persen, menjadi 7.425,20. Bursa saham di Asia Tenggara mengalami pelemahan, termasuk juga di Indonesia.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 12,26 poin, atau sekitar 0,33 persen, menjadi 3.715,37.