HKI Klaim Industri Manufaktur Mampu Pulihkan Ekonomi Nasional

Foto : istimewa

Pasardana.id - Himpunan Kawasan Industri (HKI) mengklaim bahwa industri manufaktur menjadi salah satu sektor penyumbang tertinggi pertumbuhan ekonomi.

Ketua Umum HKI, Sanny Iskandar mengatakan, dalam triwulan I tahun 2021 nilai investasi industri ekonomi yang direalisasikan mencapai Rp88,3 triliun, artinya terdapat kenaikan 38 % dari pencapaian tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp64 triliun.

"Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Agustus 2021 berada pada level 43,7. Level tersebut menunjukkan adanya kenaikan performa sektor manufaktur dari bulan sebelumnya yang berada pada level 40,1. Level PMI Indonesia juga lebih baik dibandingkan dengan beberapa negara di ASEAN, seperti Myanmar (36,5), Vietnam (40,2), dan Malaysia (43,4)," bebernya dalam Munas HKI VIII, Kamis (9/9/2021).

Disampaikan Sanny, HKI juga menargetkan serapan lahan industri dapat meningkat menjadi antara 250 hektare hingga 300 hektare pada tahun ini dari 2020 di kisaran 180 hektare.

Menurutnya, telah ada perbaikan serapan lahan sejak kuartal pertama tahun ini, terutama untuk pusat data, kendaraan listrik, dan pergudangan.

Sanny menggarisbawahi angka yang tercatat tersebut merupakan serapan lahan di Jabodetabek dan Karawang.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menilai membaiknya level PMI Agustus 2021 sejalan dengan meningkatnya efektivitas PPKM dan program vaksinasi nasional sehingga situasi Covid-19 terus menunjukkan tanda-tanda perbaikan.

"Berbagai program pengendalian Covid-19 misalnya vaksinasi dan pemulihan ekonomi yang terus dilakukan oleh pemerintah mampu mendorong tingkat permintaan ke level yang lebih baik dan menjadi insentif dalam mengakselerasi output di sektor manufaktur. Semoga kita sama-sama bisa melalui pandemi ini menuju endemi dan tentunya jumlah yang divaksin harus mencapai 60 persen agar kesehatan pulih dan ekonomi bisa bangkit," terang Airlangga.

Senada dengan Airlangga, Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita juga menilai, membaiknya level PMI karena adanya pembukaan aktivitas masyarakat yang menghasilkan nilai baik bagi produksi manufaktur dalam 10 tahun terakhir.

"Meski pandemi Covid-19 membawa dampak yang cukup berat bagi aktivitas sektor industri di Indonesia, namun pertumbuhan industri manufaktur lajunya semakin membaik hingga mampu menembus 6,58 persen pada kuartal II-2021," kata Agus.

Agus juga optimis kenaikan PMI Manufaktur Indonesia akan terus berlanjut hingga ke level 50 atau menandakan sedang dalam fase ekspansi.

Pada Agustus 2021, PMI manufaktur Indonesia berada di posisi 43,7 atau naik dibanding bulan sebelumnya yang berada di level 40,3.

"Meningkatnya kembali angka PMI pada bulan Agustus tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang telah melonggarkan aktivitas masyarakat. Aktivitas industri manufaktur di Indonesia berkorelasi sekali dengan aktivitas masyarakat. Pembatasan membuat industri melakukan penyesuaian. Nah, pada Agustus sudah mulai ada pembukaan aktivitas lagi. Sehingga dibanding dari angka juli, PMI manufaktur Indonesia pada Agustus sudah masuk posisi rebound,” terang Agus.

Diungkapkan Agus, jumlah dan luas kawasan industri akan terus bertambah dalam beberapa tahun mendatang.

Hingga September 2021, terdapat 38 kawasan industri yang tengah melakukan proses konstruksi dengan total luas lahan 14.750 hektare.

"Di samping itu ada 27 kawasan industri yang telah ditetapkan RPJMN 2020-2024, dan 16 ditetapkan sebagai proyek strategis nasional," pungkasnya.