Per 30 Juni 2021, TINS Catatkan Laba Tahun Berjalan Rp270 Miliar

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT TIMAH Tbk (IDX: TINS) mengumumkan Laporan Keuangan Konsolidasian Interim untuk periode yang berakhir 30 Juni 2021 dengan mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp270 miliar.

TINS terus berbenah memperbaiki kinerjanya pada semester pertama di tahun 2021.

Hal itu terlihat dari membaiknya performa finansial yang terus tumbuh dibandingkan periode yang sama
pada tahun sebelumnya.

“Peningkatan permintaan logam seiring meredanya pandemi Covid-19 mendorong stabilnya harga logam yang berdampak juga berkembangnya industri hilir logam timah, diharapkan menjadi salah satu motor pendongkrak kinerja TINS di tahun pemulihan ini,” demikian disampaikan Wibisono, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko TINS, dalam siaran pers, Senin (30/8).

Di pasar komoditas dunia, logam timah menjadi salah satu komoditas dengan performa terbaik di tahun 2021.

Hal itu tentunya menjadi kontribusi positif terhadap pencapaian finansial Perseroan.

Pandemi yang berkepanjangan membuat operasional TINS tidak berjalan normal, sehingga berdampak terhadap menurunnya performa produksi, baik itu produksi bijih timah maupun logam timah.

Kinerja Operasi Pada triwulan II tahun 2021 TINS membukukan produksi bijih timah sebesar 11.457 ton atau turun 54% (triwulan II tahun 2020: 25.081 ton).

Dari jumlah tersebut bijih timah laut memberikan kontribusi terbesar.

Produksi logam timah pada triwulan II tahun 2021 adalah sebesar 11.915 ton atau turun 57% dibandingkan tahun sebelumnya (triwulan II tahun 2020: 27.833 ton).

Adapun penjualan logam timah pada triwulan II tahun 2021 sebesar 12.523 ton atau turun 60% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (triwulan II tahun 2020: 31.508 ton).

TINS terus melakukan pengawasan terhadap IUP yang dimiliki Perseroan, sehingga risiko terjadinya kebocoran timah di lapangan bisa ditekan.

Dengan penertiban yang berkelanjutan, ruang gerak penambang timah ilegal di IUP TINS menjadi terbatas.

Cemerlangnya performa finansial TINS tak lepas dari komitmen Manajemen untuk terus berbenah, sehingga pada 2 Agustus 2021 saham TINS menjadi konstituen di papan IDX30 dan LQ45 yang merupakan indeks prestisius di pasar modal Tanah Air.

Naiknya harga logam timah akibat menyusutnya supply di pasar, ditambah efisiensi yang terukur menjadi faktor naiknya margin dan laba Perseroan.

Pada triwulan II tahun 2021 TINS berhasil membukukan laba operasi sebesar Rp630 miliar (triwulan II tahun 2020: minus Rp227 miliar), serta laba tahun berjalan sebesar Rp270 miliar (triwulan II tahun 2020: minus Rp390 miliar).

EBITDA melesat menjadi Rp1,04 triliun (triwulan II tahun 2020 :Rp348 miliar).

Arus kas operasi naik signifikan menjadi Rp2,58 triliun (triwulan II tahun 2020 : Rp620 miliar).

Pada periode yang sama, pendapatan TINS turun 27% dari Rp8,03 triliun menjadi Rp5,87 triliun.

TINS memiliki rasio profitabilitas yang sehat, nampak dari rasio GPM (Gross Profit Margin) sebesar 19% (triwulan II tahun 2020: 3%) dan rasio NPM (Net Profit Margin) sebesar 5% (triwulan II tahun 2020: minus 5%).

Adapun rasio DER (Debt to Equity Ratio) triwulan II tahun 2021 sebesar 103% berhasil menyusut dibandingkan periode akhir tahun 2020 sebesar 142%.

Hutang bank jangka pendek berhasil diturunkan dari Rp3,8 triliun pada akhir tahun 2020, menjadi Rp2,2 triliun.

Kondisi Saat ini dan Prospek ke Depan Kinerja anak perusahaan terus bertumbuh dan diharapkan mampu menopang pencapaian kinerja TINS sampai dengan akhir tahun 2021.

Sebagai BUMN yang bergerak di industri pertimahan, TINS terus berupaya memberikan performa
terbaiknya dengan terus menerapkan tata kelola pertambangan yang baik (Good Mining Practice).